Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Eks Penjara Koblen Bakal Disulap Jadi Pasar Wisata

Administrator • Jumat, 26 Maret 2021 | 00:01 WIB
Eks Penjara Koblen Bakal Disulap Jadi Pasar Wisata
Eks Penjara Koblen Bakal Disulap Jadi Pasar Wisata

SURABAYA - Bangunan cagar budaya bekas penjara Koblen yang ada sejak tahun 1930 saat ini tengah memulai penataan. Pemanfaatan kawasan tersebut nantinya akan menjadi pusat ekonomi, seperti pasar dan edukasi sejarah. Kini secara bertahap kawasan tersebut sudah mulai dilakukan penataan dan pembersihan. 


Branc Manager PT Dwi Budi Wijaya, selaku pengelola I Wayan Arcana mengungkapkan, proses penataan kawasan seluas 3,8 hektare itu baru mencapai 20 persen. Untuk awalan, pihaknya tengah melakuan pembersihan dan memperbaiki beberapa bangunan seperti menara pantau dan fasilitas penunjang lain, seperti stan untuk masyarakat berjualan. "Sudah mulai ini. Dari yang kecil dulu. Menara pantau sudah bersih semua. Tinggal perbaikan,” katanya, Rabu (24/3).


Dia mengungkapkan, penataan dan pembersihan itu dilakukan sejak awal tahun 2021. Setelah Pemerintah kota menerbitkan izin pemanfatan kawasan tersebut. 


Selain itu, pihaknya tengah melakukan pengosongan beberapa lahan yang digunakan parkir kendaraan. Dia mengaku telah mengkomunikasikan dengan pihak-pihak yang memanfaatkan kawasan tersebut. Mayoritas kendaraan yang parkir seperti bus dan derek swasta juga telah berpindah lokasi. ”Ada yang sudah dapat tempat. Ada juga yang belum. Yang belum kami beri kelonggaran kok,” terangnya. 


Dia mengungkapkan tengah berencana bersurat kepada Pemkot Surabaya untuk membantu proses pembersihan, terutama pada perantingan pohon dan pembersihan lainnya. 


Wayan juga memaparkan desain pemanfaatan kawasan bekas penjara dua zaman pendudukan itu. Pertama, lahan seluas 1 hektare yang digunakan untuk pasar buah dengan 200 stan. Kedua, seluas 7.000 meter persegi untuk pasar sayur dengan jumlah stan 300. Terakhir, lahan seluas kurang lebih 2,1 hektare untuk kawasan ekonomi kreatif beserta dua museum sejarah. ”Yang pasti bekas posko penjagaan ini jadi museum kilas balik kawasan. Satu lagi museum diorama,” jelasnya. 


Menurut dia, grand design itu bersifat dinamis, sebab pihaknya akan menggandeng para komunitas dan ahli sejarah. Termasuk dengan Tim Ahli Cagar Budaya dan Pemerintah Kota Surabaya.


Dia mengaku grand design itulah yang nantinya akan dibawa saat audiensi lanjutan dengan Pemkot Surabaya dan anggota DPRD Kota Surabaya. Dia berharap pertemuan itu dapat membuahkan hasil bahwa maksud pemanfaatan kawasan itu semata-mata tetap berpegang teguh Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. "Pemanfaatan ini memang butuh waktu dan semua pihak. Makanya kami bawa desain ini ke audiesi dengan dewan," terangnya


Sementara itu Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Mahfud mengatakan, dirinya tak mempersoalkan jika Koblen untuk pasar wisata. "Bukan pasar umum apalagi pasar modern," katanya. Dia berbalik mendukung. Maka masyarakat akan berpikir bahwa kalau ke Koblen bukan ke pasar, tapi ke tempat pariwisata. (rmt/nur)


Editor : Administrator