SURABAYA-Puluhan bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran Jalan Jetis Kulon, Kecamatan Wonokromo, Surabaya telah dibongkar. Penertiban bangli di atas saluran itu didukung oleh perangkat RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), hingga warga sekitar.
Camat Wonokromo Tomi Ardiyanto mengatakan, penertiban bangli dilakukan karena berdiri di atas saluran. Hal itulah yang menyebabkan aliran air tidak bisa lancar dan terjadi genangan. Setidaknya ada 40 bangli yang ditertibkan di Jalan Jetis Kulon.
“Itu di sepanjang Jetis kulon. Karena jalan itu adalah titik terendah. Memang itu menjadi tempat genangan air kalau hujan,” kata Tomi.
Sebelum dilakukan penertiban, pihaknya melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Terutama warga yang mendirikan bangunan di atas saluran. Hasilnya, warga bersama tokoh masyarakat sepakat untuk dilakukan penertiban bangunan. “Di lapangan banyak sekali masukan-masukan dari warga. Salah satunya pohon-pohon terlalu besar, makanya perlu dilakukan perantingan,” katanya.
Menurut Tomi, hasil koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya menemukan bahwa poin permasalahan genangan di lokasi tersebut lantaran karakter saluran yang belum terkoneksi. Sebab, banyak saluran yang tertutup oleh bangunan di atasnya.
“Ada juga saluran terbuka. Tapi banyak saluran yang kemudian dibuat untuk berjualan, parkir mobil, dapur hingga warkop,” ungkap Tomi.
Tak hanya melakukan penertiban bangunan liar yang berdiri di atas saluran, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) juga melakukan perantingan pohon. Bahkan, untuk mencegah kembali terjadinya genangan, DPUBMP juga melakukan pengerukan sedimen saluran.
“DPUBMP juga melakukan pengerukan sedimen sepanjang saluran sekaligus membongkar beberapa lantai atau bangunan milik warga di atas saluran dengan persetujuan warga,” ujar Tomi.
Ketua LPMK Wonokromo Moch Unsi Fauzi mengatakan, sebelum dilakukan penertiban pihaknya bersama perwakilan kecamatan dan kelurahan untuk melakukan sosialisasi kepada warga. Melalui pendekatan secara humanis dan persuasif, warga menyatakan sepakat untuk ditertibkan.
“Masyarakat menyambut baik penertiban ini. Ini dibuktikan dengan sukarelanya mereka membongkar sendiri lapak dan bangunannya yang menjorok ke jalan dan menutupi saluran,” kata Fauzi. (rmt/rek)
Editor : Administrator