SURABAYA-Dampak dari pandemi membuat pedagang buku di Jalan Semarang merasa rugi. Biasanya di musim awal tahun ajaran baru, ramai pembeli hingga membludak. Namun, kini suasana di lokasi penjualan tampak sepi. Sepinya pembeli ini juga disebabkan adanya proses belajar mengajar daring.
Ketua Paguyuban Pedagang Kampung Ilmu Jalan Semarang Budi Santosa mengatakan, sepinya penjualan buku ini membuat para pedagang beralih menjual dagangannya ke platform digital. “Penjualannya ya terdampak, penurunan sampai 60 persen. Tapi ya alhamdulillah, para pedagang di sini masih ketolong penjualan online. Kalau konfensional beli langsung, sehari hampir nggak ada pembeli,” kata Budi.
Sebenarnya, lanjut Budi, penjualan buku sejak sebelum adanya pandemi memang sudah mengalami penurunan penjualan. Ketika pandemi Covid-19, pedagang buku malah semakin merana. “Mungkin seiring perkembangan teknologi digital ini ya, juga mempengaruhi secara tidak langsung,” ujar Budi.
Hingga kini, yang paling banyak di cari oleh pembaca adalah buku sejarah, novel, dan buku tes masuk perguruan tinggi. Tak jarang kolektor atau anak muda atau kuliahan berburu buku langka di kawasan Kampung Ilmu ini. “Kalau kolektor ya biasanya cari buku-buku sejarah gitu. Anak muda ya novel,” ucapnya.
Di Kampung Ilmu sendiri total ada 85 pedagang yang masih bertahan. Pihaknya mengatakan, sejauh ini para pedagang belum dapat arahan dari pemerintah kota untuk menunjang penjualan buku di kampung ilmu. “Selama ini ya kami inisiasi sendiri, jualan online, pernah juga kita ikutkan pameran-pameran di pondok pesantren, sekolahan, dan lain sebagainya. Jadi ya sekarang rata-rata dijual online seperti lewat Instagram, Facebook, Lazada, Shopee,” imbuhnya.
Ia mengaku penjualan buku lewat platform digital menjadikan para pedagang lebih leluasa dan mampu menjangkau seluruh wilayah di Surabaya dan daerah lainnya. “Jadi enaknya kita lebih luas jangkauannya. Kami juga lebih leluasa, jadi yang biasanya kalau konvensional dibeli warga Surabaya saja. Sekarang ya yang beli bisa dari Malaysia, Papua, Jakarta. Banyak pokoknya,” pungkasnya. (gin/nur)
Editor : Administrator