SURABAYA – Manusia dan hewan biasanya hidup berdampingan. Seperti halnya hewan peliharaan atau ternak, bahkan hewan liar yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, perlu mewaspadai adanya penularan penyakit zoonosis.
Zoonosis merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia. Biasanya, zoonosis bisa disebabkan adanya virus, bakteri, cacing, atau protozoa (hewan bersel satu) pada hewan tertentu.
Dosen Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Univeristas Airlangga (Unair) Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo menjelaskan, penularan penyakit tersebut biasanya dikarenakan manusia berkontak secara langsung dengan hewan yang sedang terpapar suatu penyakit.
“Contoh, yang sebelumnya terjadi yaitu flu burung. Dari unggas ke manusia. Kemudian SARS Cov-2 dari kelelawar ke manusia, ada juga Nipah (NiV) dari kelelawar ke babi, terus ke manusia. Seperti itu,” ujar Agung, Jumat (19/2).
Agung mengatakan, penyebab dari penyakit zoonosis ini bisa berbahaya dan bisa menyebar dari manusia ke manusia, ketika virus tersebut bermutasi. “Nah itu yang terjadi dengan NiV dan SARS Cov-2 sekarang,” ucap Agung.
Dia menambahkan, bagi pemilik hewan peliharaan juga perlu waspada ketika peliharaanya sedang sakit. Tidak menutup kemungkinan seperti kucing, anjing, kambing, kuda dan lain sebagainya bisa menularkan penyakit zoonosis ke manusia.
Agar tidak mudah tertular penyakit Zoonosis, sabaiknya mencuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabu atau cairan pembersih lainnya. Kemudian, jika ingin memelihara hewan setidaknya rutin membersihkan kandang atau tubuh hewan tersebut. "Selain itu ya menjaga kebersihan rumah juga, jangan jadi satu kandang di taruh dalam rumah," tuturnya.
Ia juga menjelaskan soal penyembuhannya. Seseorang yang terpapar penyakit zoonosis biasanya mengalami gejala berbeda dan tergantung seberapa berat kerusakan infeksi yang disebabkan oleh virus tersebut. “Sembuh total bisa. Tergantung berat atau ringannya infeksi,” pungkasnya. (gin/nur)
Editor : Administrator