Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kelenteng Tutup, Sembayangan Sincia Digelar Virtual

Administrator • Sabtu, 13 Februari 2021 | 00:52 WIB
Kelenteng Tutup, Sembayangan Sincia Digelar Virtual
Kelenteng Tutup, Sembayangan Sincia Digelar Virtual

SURABAYA-Perayaan tahun baru Imlek 2752 atau Sincia biasanya dirayakan secara meriah. Namun, pandemi Covid-19 membuat kemeriahan itu redup. Apalagi, saat ini Surabaya tengah memberlakukan PPKM mikro.


Suasana di kawasan pecinan, Surabaya Utara, jelang tahun baru Imlek 2752 terasa datar-datar saja. Tak ada pertunjukan liang-liong, barongsai, musik oriental, hingga kuliner khas kue keranjang, dan jajanan yang manis-manis. Kini, perayaan tahunan itu tidak bisa digelar seperti tahun-tahun sebelumnya.


Rohaniawan sekaligus Pengurus Kelenteng Boen Bio, Liem Tiong Yang mengatakan, di klenteng Boen Bio tidak digelar perayaan meriah. Seminggu lalu, Ia hanya melakukan persiapan untuk ibadah sembahyang malam menjelang tahun baru. 


“Satu minggu sebelumnya melakukan Suci naik sebelum tahun baru Imlek. Lalu kami membersihkan altar dan ritual Cisuak,” kata Liem. 


Cisuak sendiri merupakan ritual untuk tolak bala, yaitu membuang segala sesuatu hal buruk agar tidak sial di tahun baru ini. Inti dari ritual cisuak adalah harapan dan doa yang diaplikasikan melalui simbol ritual memohon pertolongan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 


“Intinya ya itu, agar kita semua terhindar dari kesialan, hambatan, kesusahan dan bahaya. Dengan harapan semoga dalam menjalani tahun yang akan dilalui dapat selamat sesuai harapan,” ujarnya. 


Ia berharap di tahun Shio Kerbau Logam ini, masyarakat bisa dan mampu hidup di bawah tekanan. Sesuai dengan karakter tanah dan logam, manusia di tahun ini bisa lebih tangguh, ulet, dan kreatif di dalam menjalani kehidupan. 


“Tentu, ini pas sekali disaat pandemi seperti ini. Kita pasti bisa sukses melawan COVID-19 ini, semoga kita bisa semakin tangguh menghadapi pandemi ini,” urainya. 


Tahun ini pihaknya juga tidak menggelar sembahyang secara bersama-sama di klenteng. Hal itu bertujuan agar tidak menimbulkan kerumunan selama di lokasi sembahyang. “Malam kemarin pukul 11.00 digelar sembahyang virtual. Di Boen Bio dipimpin Js Anuraga Taniwidjaja dan di Ba De Miao dipimpin oleh saya sendiri. Untuk Jumat 12 Februari 2021 tidak ada perayaan kebaktian,” jelasnya.


Sementara itu, di Klenteng Hong San Ko Tee atau biasa dijuluki Klenteng Cokro, seminggu lalu sebelum perayaan tahun baru Imlek hanya melakukan prosesi bersih-bersih. “Nanti (tahun baru Imlek) kemungkinan kami akan tutup klentengnya. Dikarenakan takut menimbulkam kerumunan,” kata pengurus Klenteng Cokro, Sudiman Akiong. (gin)

Editor : Administrator