SURABAYA - Porsi nasi goreng (nasgor) pada umumnya dibuat satu piring dan dimakan satu orang. Berbeda dengan nasgor yang ini, disajikan di dalam satu buah tampah (nampan dari anyaman bambu, Red) berukuran kecil dengan porsi jumbo.
Ari Subekti selaku Head Chef salah satu hotel di kawasan Jemursari ini memberi nama menu ini dengan sebutan Nasi Goreng Ambyar. Nama tersebut dirasa cocok untuk nasgor tersebut, karena rasanya yang dominan pedas serta dicampur dengan berbagai lauk di atasnya. “Jadi kami identikkan dengan Surabaya. Di kota ini kan banyak yang suka pedas jadi khasnya di situ,” kata Ari.
Ari menuturkan, resep ini terinspirasi dari resep orang terdahulu. Bumbunya juga mudah, Chef Ari memadukan campuran saos tiram, minyak ikan, serta udang ebi. Selain itu ada juga lauk ayam dan telur dadar yang dipotong-potong. “Bumbunya sendiri dasarnya dari pembuatan sambal terasi. Tapi saya campur dengan ebi biar gurihnya lebih menonjol,” ujarnya.
Dia sengaja menyajikan Nasgor Ambyar ini dengan tampah untuk memberi kesan tradisional dari menu ini. Satu tampah nasgor Ambyar, bisa dinikmati empat hingga lima orang. Per porsi nasgor Ambyar ini membutuhkan beras sebanyak 1,5 hingga 1,7 kilogram beras itu melebihi nasgor standar pada umumnya yang hanya membutuhkan 100 gram beras.
“Jadi sengaja kita buat plating menggunakan tampah untuk menambah porsi dan kesan tradisionalnya. Kalau menggunakan piring kan mainstream,” tandasnya. (gin/nur)
Editor : Administrator