Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sungai Tambak Wedi Dipenuhi Busa, Dinas LH Anggap Limbah Sabun Warga

Administrator • Sabtu, 23 Januari 2021 | 00:33 WIB
Sungai Tambak Wedi Dipenuhi Busa, Dinas LH Anggap Limbah Sabun Warga
Sungai Tambak Wedi Dipenuhi Busa, Dinas LH Anggap Limbah Sabun Warga

SURABAYA-Limbah busa terlihat di sungai Tambak Wedi, Surabaya.  Ktebalan busa berwarna putih seperti bekas detergen sekitar satu hingga dua sentimeter. Warga setempat tidak mengetahui asal busa tersebut. 


"Beberapa minggu lalu juga pernah terjadi kayak gini, tapi gak tahu dari mana asalnya," kata Ahmad, warga Tambak Wedi, kemarin.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Eko Agus Supiadi menduga limbah tersebut berasal dari limbah rumah tangga. Pihaknya akan menyelidiki asal mula pembuangan limbah busa tersebut. "Kami cek dulu di lapangan. Sepertinya itu air sabun masyarakat," katanya.


Menurut Eko, kejadian tersebut biasanya hanya sesaat saja kemudian hilang. Pihaknya akan menguji sampel limbah busa tersebut untuk memastikan apakah berbahaya untuk ekosistem sungai.


"Nanti kita lihat hasil labnya. Kalau nanti hasilnya tidak mengandung racun berbahaya tidak masalah. Nanti busanya hilang sendiri. Biasanya karena aliran air," katanya.


Di kawasan Tambak Wedi, Eko menambahkan, tidak ada instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal. Sehingga, limbah tanpa melalui penyaringan kerap dibuang begitu saja ke sungai. Namun, menurut Eko, tidak ada sanksi apabila limbah tersebut berasal dari rumah tangga atau domestik. 


Sementara itu, aktivis Ecoton Ruli Mustika mengatakan, limbah tersebut merupakan limbah industri yang muncul sejak Maret 2020 lalu. Menurut dia, masalah ini sudah pernah dilakukan mediasi. "Itu limbah dari industri detergen. Kalau limbah dari warga jelas tidak mungkin," ujarnya. 


Ruli mengatakan, pemerintah kota atau pemerintah provinsi harus memberikan teguran keras.  Sebab, pencemaran sungai mempengaruhi hajat hidup orang banyak. (rmt/mus/rak)


Editor : Administrator