Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

77.760 Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Jatim, Diprioritaskan untuk Nakes

Administrator • Selasa, 5 Januari 2021 | 17:20 WIB
77.760 Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Jatim, Diprioritaskan untuk Nakes
77.760 Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Jatim, Diprioritaskan untuk Nakes

SURABAYA - Vaksin Covid-19 produksi Sinovac akhirnya tiba di Jawa Timur. Iring-iringan kendaraan pengangkut vaksin yang dikirim dari PT Bio Farma itu tiba di kantor Dinas Kesehatan Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (4/1).



Begitu tiba di kantor Dinas Kesehatan Jatim, iring-iringan kendaraan pengangkut Covid-19 tersebut langsung bergerak menuju halaman belakang untuk memindahkan muatan ke dalam sebuah gudang farmasi. Vaksin Covid-19 tersebut diangkut dengan dua mobil boks milik Koperasi Karyawan PT Bio Farma berplat nomor D 8331 FI dan B 9515 BCG dengan mendapat pengawalan ketat anggota kepolisian bersenjata lengkap.


Tampak dalam iring-iringan itu, sejumlah kendaraan Baracuda milik Satuan Brimob serta mobil patroli milik Satlantas Polda Jatim. Sebanyak 77.760 vaksin dikirim ke Jatim dengan nilai Rp 16.429.288.320.


Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana mengatakan, jumlah vaksin yang diterima tersebut lebih sedikit dibanding kuota awal yang semestinya 316 ribu dosis vaksin. Hal itu akibat adanya perubahan skema penyaluran vaksin oleh pemerintah pusat.


“Kalau sebelumnya vaksin hanya diberikan bagi tujuh provinsi di Indonesia dengan angka kasus positif Covid-19 tertinggi. Tetapi kebijakan yang baru ini seluruh provinsi mendapat vaksin.  Sehingga mungkin nanti ada penerimaan tahap I, tahap II dan seterusnya sesuai dengan prioritas,” ujarnya.


Herlin menambahkan, puluhan ribu vaksin yang diterima itu diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja pada fasilitas layanan kesehatan. Seperti tenaga medis, sopir ambulans, laundry, hingga cleaning service. “Diprioritaskan, karena menyesuaikan dengan jumlah vaksin yang ada. Selain itu, para tenaga kesehatan memiliki risiko paling besar tertular Covid-19,” katanya.


Skema pembagian akan melihat jumlah sasaran SDM yang akan diberikan. Dari data yang dikumpulkan ada 139 ribu tenaga kesehatan yang menjadi prioritas pertama vaksin. “Semua SDM yang ada harus mengisi dua data. Pertama, data riwayat kesehatan seperti komorbid atau pernah terkena, sehingga menjadi prioritas vaksin. Kemudian mengisi data kontak,” jelasnya.


Distribusi akan diberikan sesuai data kabupaten/kota yang dimasukkan satu pintu. Sehingga  Dinkes Jatim dan Kemenkes bisa mengetahui sebaran vaksin yang dilakukan.


“Dinkes kabupaten/kota akan mendistribusikan ke fasilitas yang memenuhi sarana dan SDM untuk memberikan imunisasi sesuai daftar yang ada. Jadi, tidak seluruhnya, tapi rumah sakit yang memenuhi sarana, prasarana dan SDM itu yang akan didaftar oleh dinas kesehatan kabupaten/kota masing-masing,” kata Herlin.


Herlin menambahkan, saat ini vaksin tersebut masih disimpan di tiga ruangan cold storage yang ada di Dinkes Jatim sebelum didistribusikan ke dinas kesehatan kabupaten/kota dan membagikannya ke tempat fasilitas pelayanan kesehatan di wilayahnya. Untuk pendistribusiannya, Herlin mengaku masih menunggu instruksi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


“Nantinya BPOM yang akan memberikan pernyataan bahwa vaksin ini bisa dipakai tentu memperhatikan efektivitas, efisiensi, dan keamanan semuanya. Selama belum ada izin dari BPOM, maka kami tidak boleh mendistribusikan vaksin ini,” pungkasnya. (mus/opi/rek)


Editor : Administrator
#vaksin covid-19