Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sekolah Tatap Muka Tunggu Evaluasi Libur Akhir Tahun

Administrator • Minggu, 3 Januari 2021 | 09:13 WIB
Sekolah Tatap Muka Tunggu Evaluasi setelah Libur Akhir Tahun
Sekolah Tatap Muka Tunggu Evaluasi setelah Libur Akhir Tahun

SURABAYA-Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMP sudah dilakukan selama 14 hari. Bahkan, rencananya Pemkot Surabaya akan melakukan membuka sekolah pada awal Januari 2021. Namun, rencana tersebut bakal dievaluasi selepas libur akhir tahun.


Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Sura¬baya Whisnu Sakti Buana mengatakan, pihaknya terpaksa mengevaluasi PTM setelah melihat kondisi Covid-19 pascalibur tahun baru. Politisi PDI Perjuangan ini mengaku pihaknya akan membicarakan PTM bersama para pakar. Mengingat banyak yang memprediksi adanya kenaikan penderita Covid-19 selepas libur panjang ini.


’Kita belum bicara kemungkinan besar atau kemungkinan kecil, tapi kita akan evaluasi pasca liburan tahun baru. Nanti kondisinya seperti apa kalau memang memungkinkan semua pakar,” kata Whisnu Sakti Buana.


Apabila angka Covid-19 di Kota Surabaya tinggi, maka pelaksanaan PTM akan ditunda lagi. ’Kita tidak bisa memaksakan PTM dengan risiko yang cukup tinggi,” tegasnya.


Pihaknya juga mengupayakan langkah preventif untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Termasuk dengan memfilter delapan pintu keluar masuk ke Surabaya dan memberlakukan jam malam pukul 20.00 saat malam tahun baru.


Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya Martadi menegaskan, setelah simulasi PTM, pihak sekolah serta Pemkot Surabaya harus melakukan evaluasi menyeluruh rencana pembelajaran secara tatap muka. Misalnya, kendala-kendala saat PTM, apakah ada fluktuasi pasien corona yang terjangkit selama simulasi. ”Artinya, ketika belum siap dalam simulasi atau tidak siap jangan dipaksakan dulu untuk tatap muka. PTM bisa saja tidak berlaku di Surabaya secara total. Kita harus lihat betul kesiapan sekolah dan izin dari orang tua,” katanya.


Mengenai orang tua yang tidak bisa mengantarkan selama sekolah karena tidak punya waktu, menurut Martadi, pihak sekolah tidak boleh memberatkan beban orang tua dan harus melayani siswa selama di rumah dengan daring. ”Jadi, ada pilihan belajar. Bahkan, orang tua apabila tidak setuju (PTM) tidak boleh dipaksa dan harus dipahami oleh pihak sekolah,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 17 Agustus 1945 Wiwik Wahyuningsih mengatakan, pihaknya siap menggelar PTM pada pertengahan bulan Januari mendatang. Ini karena sehabis libur panjang dikhawatirkan protokol kesehatan sulit dilaksanakan. 


”Kami siap pekan ketiga. Kalau langsung masuk di awal Januari, saya khawatir karena mereka habis berkerumun dengan banyak orang selama liburan,” katanya.


Wiwik mengaku sudah meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menunda masuk pada awal Januari. ”Dinas Pendidikan sudah menyetujui kami masuk pekan ketiga Januari,” ungkapnya.


Kepala SMPN 1 Surabaya Akhmad Suharto mengatakan, pihaknya berencana melakukan PTM pada 4 Januari 2021. Sebab, simulasi sudah dilakukan dengan berbagai persiapan dan antisipasi. Dia memastikan akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.


Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo menjelaskan, ada beberapa ketentuan yang dibuat di dalam proses belajar mengajar tatap muka pada masa pandemi Covid-19. 


Yakni, pelajar harus dalam kondisi sehat dan telah mengikuti tes swab dengan hasil negatif. Ketentuan ini berlaku pula bagi para guru serta seluruh tenaga pendidikan yang hadir di sekolah. (rmt/rek)

Editor : Administrator
#pandemi covid 19 #sekolah tatap muka