Pelaksana Tugas Kasi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Kota Surabaya Junaidi Abdilah menjelaskan, pulau jalan tersebut berfungsi sebagai taman pasif, sekaligus untuk mempertegas arah jalan. Pengerjaan sudah dilakukan empat hari lalu. Saat ini sedang proses penanaman.
“Kita memanfaatkan lahan kosong sesuai arahan Dinas PU Bina Marga Pematusan. Ke depan kita akan menambah taman pasif dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di pertigaan," ungkap Junaidi Abdilah, Rabu (16/12).
Junaidi menambahkan, taman segitia tersebut dikerjakan secara swakelola. Bibit-bibitnya dari hasil pembibitan di kebun bibit mangrove Wonorejo. Tanaman yang menghiasi simpang jalan tersebut antara lain palem, tanaman semak, hingga kerokot sebagai pengganti rumput. "Kita maksimalkan yang ada, simpel, dan bisa dinikmati di ruang terbuka hijau," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas DKRTH Kota Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, pengerjaan taman baru tersebut dibuat secara swakelola dengan dinas PU. "Yang punya ide teman-teman PU, kemudian kami yang bikin tamannya," kata Anna.
Dia optimistis taman rotonde segitiga di Simpang Dukuh tersebut dapat menarik perhatian warga dan menambah estetika kota. Semakin indah dipandang mata. "Kami akan menanami tanaman hias yang cantik," tambahnya.
Anna menjelaskan, luas ruang terbuka hijau di Surabaya sudah mencapai 7.356,24 hektare atau 21,99 persen dari luas Kota Surabaya. Itu artinya RTH publik di Surabaya sudah di atas target minimal sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) PU nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Juga ada 573 taman yang tersebar di berbagai titik di Kota Pahlawan.
“Kalau luas total taman di seluruh Surabaya hingga tahun 2020 ini sudah mencapai 1.651,24 hektare,” pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator