Risma juga tidak mau berandai-andai atau bahkan langsung begitu saja sanggup bila ada tawaran jabatan atau posisi politik. Karena menurutnya, yang bisa mengukur kemampuannya ya dia sendiri.
“Nanti dilihat istikharah dulu, nanti yo yo terus gak bisa. Yang bisa ngukur kemampuanku ya aku, bukan orang lain,” ujarnya. Sebelumnya, beredar kabar kalau Tri Rismaharini mendapatkan tawaran menjadi Menteri Sosial (Mensos) menggantikan Juliari Batubara yang tersangkut kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19.
Bahkan beberapa politisi juga berasumsi kalau Risma pantas mengisi jabatan itu. “Saya dapat kabar bahwa Ibu Risma ditunjuk Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju,” ujar Yusuf Lakaseng Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya pada acara tasyakuran Pilkada atas kemenangan Eri Cahyadi-Armudji Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya di Surabaya, Minggu (13/12).
Yusuf begitu yakin karena kinerja Risma sebagai Wali Kota Surabaya dua periode cukup bagus. Risma juga dinilai berhasil mengubah wajah Surabaya menjadi kian moncer. “Di Surabaya, wali kota bisa langsung meloncat ke Menteri, tanpa harus menjadi Gubernur Jawa Timur terlebih dahulu. Ini menunjukkan kalau Surabaya itu kota mendunia,” ujar Yusuf.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, tidak masalah latar belakang partai politik atau dari kalangan profesional mengisi kursi Menteri Sosial. Itu merupakan hak Presiden Jokowi untuk memutuskan. Namun, Mardani mengatakan, sosok pengganti Juliar perlu diawasi ketat dan dijamin tidak akan melakukan tindak pidana korupsi. "Siapa penggantinya hak Pak Jokowi. Mau dari parpol atau profesional pastikan semua diawasi dengan ketat dan tidak melaksanakan korupsi," kata Mardani, Senin (14/12).
Mardani tidak masalah apabila Risma yang ditunjuk sebagai Mensos. Dia menilai, Risma merupakan sosok yang bisa bekerja. "Bu Risma sosok yang bisa bekerja," ucap anggota Komisi II DPR RI ini.
Sementara Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengaku belum ada informasi Presiden Joko Widodo menawarkan Risma menjadi Menteri Sosial. "Saya belum mendengar informasi adanya tawaran Presiden Jokowi kepada bu Risma untuk menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari," ujar Basarah, Senin (14/12).
Basarah menuturkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memiliki kewenangan dan hak prerogatif menugaskan dan mengusulkan kader PDIP menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju. Siapa kader PDIP calon pengganti Juliari tergantung keputusan Megawati.(rmt/pps/rak) Editor : Administrator