"Saat musim hujan seperti sekarang, jika melihat awan gelap di tengah laut, sebaiknya nelayan jangan melaut dulu. Karena berpotensi menimbulkan gelombang dan terjadi hujan sehingga bisa mengurangi jarak pandang," ujarnya, Minggu (13/12).
Taufiq menjelaskan ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0,5 - 1,25 meter. Menurutnya saat ini gelombang laut masih masuk dalam kategori rendah. "Tapi berangsur kondusif pada 16 Desember nanti," jelasnya.
Menurutnya gelombang laut tinggi akan kembali terjadi pada Selasa (17/12). Namun statusnya juga masih dalam kondisi kondusif. Dengan perkiraan tinggi gelombang 0,5 meter-1,5 meter. "Penyebab terjadinya gelombang tinggi di perairan Jatim. Salah satunya karena arah angin dominan dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan yang sama," katanya.
Lebih lanjut Taufiq meminta waspada ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 meter di Laut Jawa Utara Bawean. Kemudian lebih dari 2,5 meter di perairan selatan Jatim dan Samudera Hindia selatan Jatim. "Meski demikian sejauh ini tidak berdampak pada pemukiman penduduk yang berbatasan dengan laut Jawa," ungkapnya.
Sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, juga mengimbau masyarakat terutama nelayan memperhatikan kondisi cuaca. Menurutnya jika terpantau kondisi cuaca ekstrem, disarankan tidak melaut untuk sementara. "Para nelayan harus terkonfirmasi supaya mereka tetap selamat," katanya.
Selain ombak tinggi, mantan menteri sosial itu juga mengingatkan adanya fenomena La Nina. Meningkatnya curah hujan hingga 25 persen patut diwaspadai. "Tapi kami meminta masyarakat tidak panik. Dia memastikan semua kesiapan penanganan bencana oleh badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan Tagana sudah siap sedia," tegasnya. (mus) Editor : Administrator