Hal tersebut membuat tim mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya membuat inovasi baru dengan memanfaatkan aplikasi mentimeter, yang dapat memberikan umpan balik secara real-time.
"Ini mendorong siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran tersebut,” kata salah satu tim PKMM UWP, Risca Ayu Rachmania.
Untuk kali ini, pengabdian tim UWP dilakukan di SD Al Kautsar. Selain memanfaatkan aplikasi google meet dan mentimeter, tim juga membuat video animasi pembelajaran yang kemudian diunggah dalam Youtube Channel “PKMM SOSIS BAKAR 2020”. Sehingga, siswa-siswi SD Al Kautsar mendapatkan pembelajaran secara synchronous melalui daring via google meet dan asynchronous dengan melihat kembali melalui Youtube Channel “PKMM SOSIS BAKAR 2020”.
Hal tersebut dapat memberikan warna baru terhadap dunia pembelajaran daring, sehingga menghapus pandangan negatif mengenai pembelajaran online.
Kali ini, tim UWP turut serta memberikan edukasi kepada siswa tentang bagaimana melakukan upaya mitigasi bencana kebakaran. Salah satunya melalui pengembangan Soft Skill Tanggap Kebakaran sebagai upaya Preventif di SD Al Kautsar Surabaya. Program ini dilaksanakan oleh TIM PKMM SOSISBAKAR Universitas Wijaya Putra yang beranggotakan 6 mahasiswa dengan dibimbing dosen Nurleila Jum’ati, S.Psi., MM., M.Psi., Psikolog.
Mereka adalah Dyah Puspita Indah Budi Sari Wulan (Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri) sebagai Ketua, sedangkan anggotanya adalah Risca Ayu Rachmania (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen), Nur Aini Azizah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi), Raihana (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen), Mochamad Syahrul Gunawan (Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin) dan Okky Irfanto (Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi).
“Risca dan Raihana juga merupakan anggota KSR PMI yang dalam prosesnya juga diberikan pembekalan mengenai upaya tanggap kebakaran sehingga materi dan proses pembelajaran disusun oleh anggota tim yang memilik keahlian dibidang tersebut,” kata Dyah Puspita Indah Budi Sari Wulan.
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan adanya potensi bencana kebakaran di SD Al Kautsar yang merupakan salah satu institusi pendidikan dasar yang terletak di Surabaya Barat dan berada dalam kawasan pemukiman padat penduduk.
Dibimbing oleh ibu Nurleila Jum’ati, S.Psi, MM., M.Psi., Psikolog, tim SOSISBAKAR merumuskan kurikulum yang interaktif mengenai Pendidikan Tanggap Kebakaran untuk siswa SD. Karena pandemi, pelaksanaan pembelajaran kurikulum yang interaktif di dilaksanakan secara daring sebanyak tiga kali pertemuan dengan memanfaatkan aplikasi google meet dan mentimeter.com. Pemberian Pretest dan Posttest dilaksanakan untuk mengukur perubahan perilaku siswa mengenai upaya tanggap kebakaran.
“Proses pembelajaran daring yang dialami oleh siswa membuat siswa merasa jenuh. Oleh karena itu, kami membuat inovasi baru dengan memanfaatkan aplikasi mentimeter, yang dapat memberikan umpan balik secara real-time sehingga mendorong siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran tersebut”, tambah Risca Ayu Rachmania.
Selain memanfaatkan aplikasi google meet dan mentimeter, tim juga membuat video animasi pembelajaran yang kemudian diunggah dalam Youtube Channel “PKMM SOSIS BAKAR 2020”.
Jadi siswa-siswi SD Al Kautsar mendapatkan pembelajaran secara synchronous melalui daring via google meet dan asynchronous dengan melihat Kembali melalui Youtube Channel “PKMM SOSIS BAKAR 2020”.
Dan dari proses yang dilakukan oleh tim dihasilkan 6 buah HKI di karya cipta yaitu 1 manual book untuk penerapan pembelajaran via daring dengan konsep soft skill tanggap bencana kebakaran dan 5 HKI untuk video pembelajaran. (nin) Editor : Administrator