Kepala Forcaster BMKG Tanjung Perak Surabaya Muhammad Arif Wiyono menuturkan, adanya petir dikarenakan awan kumulonimbus (CB) yang mengalami kondensasi. Oleh karena itu masyarakat diminta waspada karena tak hanya petir, namun juga menimbulkan angin kencang dan puting beliung. Hujan di Surabaya saat ini intensitasnya sedang namun bersifat sporadis dan bisa sewaktu-waktu terjadi hujan lebat.
Cuaca ekstrem tersebut juga berpotensi adanya arah angin yang mulai berubah-rubah sehingga menimbulkan kencangnya angin. Saat ini masih didominasi angin dari arah selatan barat daya. "Potensi angin kencang, petir dan hujan selama bulan Desember ini. Namun kami selalu update tiga hari sekali. Seiring dengan perubahan angin sehingga banyak uap air yang menyebabkan hujan,"katanya.
Dari pantauan BMKG Tanjung Perak yang paling berpotensi hujan dengan insitas sedang untuk wilayah Surabaya yakni Surabaya Pusat, Surabaya Barat, dan Surabaya Selatan. Sedangkan Surabaya Utara dan Timur masih kondisi awan masih terbentuk sehingga intensitasnya tidak begitu. Secara keseluruhan saat ini di Surabaya sudah memasuki musim penghujan. "Surabaya puncak penghujanya di bulan Desember hingga Januari," katanya.
Saat ini angin di Surabaya rata-rata 26 knot dengan suhu kelembaban Surabaya, 67 hingga 95 persen sehingga suhu cukup lembab. Sedangkan suhu udara berkisar 25 hingga 26 derajat celsius pada saat hujan. Sementara untuk pesisir Kenjeran tinggi gelombang 1,5 meter namun gelombang tersebut masih cukup kondusif. "Untuk pesisir Kenjeran masih kondusif," ungkapnya.
Oleh karena itu Arif mengimbau kepada masyarakat Surabaya untuk tidak berteduh dibawah pohon dan tempat yang berbahaya ketika hujan karena berisiko pada terjadinya petir dan angin kencang. "Untuk masyarakat juga harus waspada ketika angin kencang dan disertai petir. Kemudian selalu jaga lingkungan agar selalu bersih saat musim hujan dan mengeruk selokan agar tidak ada genanangan yang menyebabkan banyaknya jentik nyamuk,"imbaunya.
Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya juga rutin melakukan perantingan di seluruh wilayah Surabaya. Pelaksana tugas (Plt) Kasi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Kota Surabaya Junaidi Abdilah mengatakan, dalam perantingan pihaknya menggunakan teknis pemangkasan bawah tanah artinya memangkas pohon hingga gundul dan hanya disisakan cabang utamanya. “Teknis perantingan ini untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan rawan terjadi pohon tumbang,” katanya.
Terkait dengan adanya pohon tumbang saat musim hujan, Junaidi mengaku bahwa usia pohon yang sudah tua, sehingga mudah untuk diterpa angin. Selain untuk kondisi rumah warga yang terkena pohon pihaknya melakukan identifikasi di sejumlah tempat yang terjadi selama tiga hari berturut-turut ini. "Pohonnya dipinggir jalan gak Sampai ada korban. Tapi yang mengenai atap rumah warga kami masih lakukan identifikasi dulu," katanya.
Pihaknya juga akan menerjunkan pasukan KADAKA untuk perantingan dan upaya apabila terjadi pohon tumbang. Saat musim penghujan pihaknya tidak banyak terfokus pada penyiraman pasalnya air hujan sudah menyirami tanaman di Surabaya. Sehingga untuk petugas dialihkan ke pekerjaan lainnya seperti perawatan.
“Musim hujan ini semakin ekstra kerjaan kita, tidak hanya menyiram dan memupuki saja, namun juga merantingi atau pemangkasan juga. Karena pohon itu ketika hujan kanopinya menyimpan air banyak, kalau gak dikurangi kanopinya akan berat, kalau berat tumbang dan ini bisa berakibat kepada pengendara di jalan,” pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Administrator