Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Satu Sekolah Mundur, Total 4.896 Siswa dari 17 SMP Jalani Tes Swab

Administrator • Jumat, 27 November 2020 | 14:05 WIB
Satu Sekolah Mundur, Total 4.896 Siswa dari 17 SMP Jalani Tes Swab
Satu Sekolah Mundur, Total 4.896 Siswa dari 17 SMP Jalani Tes Swab

SURABAYA - Jelang pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencana dilaksanakan pada Desember untuk jenjang SMP, seluruh siswa SMP di Surabaya mulai melakukan tes swab secara kolektif. Terutama untuk siswa kelas IX SMP yang didahulukan masuk lebih dulu.


Sejak dimulai pada Rabu (25/11), test swab siswa hingga saat ini masih berlangsung di 18 SMP negeri maupun swasta di Surabaya Seperti yang dilakukan di SMPN 28 Surabaya yang melaksanakan swab mulai Kamis (26/11).  Ada sekitar 440 siswa yang sudah melakukan swab dari 452 siswa kelas IX.


Kepala SMPN 28, Triworo Parnoningrum mengatakan, saat ini yang diswab siswa kelas IX yang dibagi menjadi tiga shift dari pagi hingga siang. Satu shift ada tiga kelas yang dites swab. "Ini sebagai syarat untuk dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah, tapi untuk swab ini harus ada persetujuan dari orang tua atau wali murid," katanya, Kamis (26/11).


Triworo mengaku selama swab ada kendala yakni izin dari orang tua. Namun pihaknya memberikan solusi untuk melakukan swab secara mandiri di rumah. "Ini ada yang gak dapat izin dari orang tua, ya gak apa-apa yang penting mereka bisa swab mandiri, kemudian hasilnya bisa dilaporkan ke kami," jelasnya.


Menurutnya, orang tua tidak mengizinkan swab salah satunya karena keluarganya ada yang mempunyai komorbid atau penyakit bawaan dan dikhawatirkan ada penularan. Untuk meyakinkan para orang tua, dirinya membuat video pembelajaran tatap muka. Karena syarat dari pembelajaran tatap muka adalah seluruh warga sekolah harus mengikuti swab. "Saat ini ada 90 persen wali murid yang setuju dan 10 persen yang katanya masih lihat situasi," jelas Triworo.


Pihaknya mengaku siap apabila pembelajaran tatap muka dilakukan pada awal Desember. Karena sekolah di Surabaya Barat itu sudah memenuhi assessment dan menyiapkan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan. " Kemarin kami sudah melakukan swab kepada guru-guru dan hasilnya negatif semua. Harapannya siswa juga negatif hasilnya agar kami bisa menyongsong pembelajaran tatap muka bulan depan," ujarnya.


Triworo mengaku bahwa anak didiknya ingin belajar di sekolah karena merasa jenuh selama beberapa bulan hanya belajar daring dari rumah. Seperti yang diakui salah satu siswa kelas IX, Filippo Inzhagi. Ia mengaku sudah ingin belajar lagi di sekolah karena selama ini merasa bosan karena tidak ada teman seperti di sekolah. "Kalau di sekolah kan banyak temannya, kalau di rumah itu bosan belajarnya dan gak semangat," ungkapnya.


Hingga saat ini ada 18 SMP di Surabaya yang melakukan tes swab. Namun karena salah satu dari SMP tersebut mengundurkan diri maka berkurang menjadi 17 sekolah. Rinciannya, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 15, SMPN 19, SMPN 26, SMPN 28, SMPN 46, SMPN 62, SMPN 17 Agustus 1945, SMP Al-Hikmah, SMP Giki 2, SMP Kristen YBPK 1, SMP Santa Maria, SMP Santo Carolus. Total seluruhnya ada 4.896 siswa. (rmt/jay)

Editor : Administrator
#sekolah tatap muka #pemkot surabaya