SURABAYA - Petugas Pemadam Kebakaran dituntut untuk sigap dalam situasi darurat. Kebukaran fisik menjadi poin terpenting dalam bertugas memadamkan si jago merah. Oleh karena itu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya menyiapkan pembinaan fisik yang dilakukan secara digital pada Sabtu (21/11) sebagai pengganti uji samapta yang dilakukan tiga bulan sekali.
Kasi Pengendali Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Gatot Priambodo, mengatakan tes kebugaran secara digital itu tidak mempengaruhi kesiapsiagaan petugas ketika ada hal hal yang tidak diinginkan, seperti halnya kebakaran dan panggilan penyelamatan lainnya. Pelaksanaan tes kebugaran dengan digital itu dilakukan pembatasan jam dan jumlah petugas yang menjalani tes. ”Ada 630 orang yang dites. Nah kami buat satu jam itu hanya 15 orang yang off dan piket malam,”katanya.
Gatot menjelaskan ada lima tes yang dijalani oleh petugas damkar dari beberapa gabungan rayon dan tim khusus orong orong. Diantaranya, tes Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) untuk mengetahui komposisi tubuh mulai dari berat badan hingga kandungan lemak anggota. Kemudian, tes shoulder abduction yang mengukur kekuatan lengan, tes hip ad-ab untuk mengukur kekuatan otot paha dalam dan luar. Lalu, tes iso prone untuk mengetahui kekuaran otot hamstring pada paha bagian belakang dan terakhir tes squat jump untuk mengetahui kekuatan kaki sebagai tumpuan badan. "Semua itu berkaitan dengan fisik. Jadi terlihat dari grafik nanti. Kekuatan lengan dan kaki akan terlihat,” jelasnya. Lanjut Gatot lima tes tersebut atau yang biasa disebut sebagai kinetik itu sering dilakukan kepada atlet. Terutama atlet sepakbola dati tim nasional u-19. ”kalau untuk damkar baru kali ini. Mungkin Surabaya yang pertama kali pakai,”imbuhnya.
Gatot mengungkapkan setiap skor kekuatan tubuh akan terukur dan terekam dengan baik. jika nanti ada kekurangan dari setiap tes, anggota yang bersangkutan akan mendapat pelatihan tambahan. Tujuannya agar kekurangan tersebut menjadi kekuatan baru bagi setiap petugas damkar.
Sementara itu, Instruktur Sport Sains And Body Performance Cakra Waritsu mengungkapkan selain untuk mengetahui kekuatan fisik masing masing organ tubuh, juga untuk menguatkan agar tidak terjadi cedera saat bertugas. ”Ini bagus untuk mencegah cedera. Kan nanti mengetahui kadar kekuatan organ tubuh. Setelah tahu akan dikuatkan kembali,”pungkasnya. (rmt)
Foto: Rahmat Sudrajat/Radar SurabayaJAGA STAMINA: Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya mendapatkan tes fisik untuk kebugaran selama bertugas