Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Umrah Dibuka 1 November, Kemenag Tunggu Izin dari Arab Saudi

Administrator • Kamis, 24 September 2020 | 18:26 WIB
Umrah Dibuka 1 November, Kemenag Tunggu Izin dari Arab Saudi
Umrah Dibuka 1 November, Kemenag Tunggu Izin dari Arab Saudi


SURABAYA-Pemerintah Arab Saudi dalam waktu dekat akan kembali membuka ibadah umrah bagi jamaah muslim dari seluruh dunia. Hal ini dilakukan setelah selama hampir setahun ibadah umrah dan haji ke tanah suci dihentikan gegara pandemi Covid-19 yang melanda dunia.


Dari informasi yang dihimpun, pemerintah Arab Saudi akan membuka kembali ibadah umrah untuk warga lokal dan para ekspatriat yang tinggal di negeri Petro Dollar itu mulai 4 Oktober 2020. Sedangkan pembukaan umrah bagi jamaah dari luar negeri akan mulai dibuka pada 1 November 2020.


Kendati demikian, hingga kini Kementerian Agama (Kemenag) RI belum menerima kepastian izin jadwal ibadah umrah tersebut bagi jamaah asal Indonesia. Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (Kabid PHU) Kementerian Agama Provinsi Jatim, Nurul Huda mengatakan, sampai saat ini belum ada komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi  terkait perizinan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia.


Karena perizinan resmi untuk kunjungan umrah belum dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi yang rencananya akan dibuka pada November mendatang, maka pihaknya belum bisa memastikan. "Belum ada izin umrohnya, tapi kalau penerbangan ke Arab Saudi memang sudah dibuka," katanya sata dikonfirmasi Radar Surabaya, Rabu (23/9).


Huda menjelaskan, sebelumnya pemerintah Arab Saudi memang pernah memberikan kepastian kepada Kementerian Agama Republik Indonesia terkait akan dibukanya lagi kunjungan umrah dan haji ke tanah suci. Sebab selama ini, Indonesia adalah salah satu penyumbang jamaah umrah dan haji terbanyak ke Arab Saudi.


Namun demikian, kepastian izin tersebut mengalami kemunduran waktu. "Makanya gambarannya kami itu awal Januari 2021 umrah bisa dibuka lagi bagi jamaah Indonesia" jelasnya.


Sebelumnya, pemerintah Raja Salman memberlakukan pembatasan ibadah umrah untuk hanya sekitar 1000 hingga 2000 jamaah. Itu pun yang berasal dari penduduk Arab Saudi dan ekspatriat di sana.


Untuk memastikan sewaktu-waktu pemerintah Arab Saudi memberikan perizinan umrah bagi jamaah Indonesia, tentunya juga akan menggunakan pembatasan jumlah. Selain itu tariff untuk keberangkatan umrah akan menjadi lebih mahal. Kemenag nantinya akan membuat regulasi terbaru terkait ibadah umrah ini.


"Untuk kemarin saat pembatalan, sudah kami sosialisasikan. Untuk regulasi nanti ketika ada izin resmi dari Arab Saudi, pasti ada regulasi yang baru karena ibadah di tengah pandemi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan jamaah. Nantinya pasti ada pembicaraan dengan pemilik travel juga," paparnya.


Nurul Huda mengatakan, tariff untuk ibadah umrah ke Arab Saudi di masa pendemi ini pasti akan lebih mahal. Karena, akan memakan waktu yang lebih lama yang disebabkan adanya karantina.


"Pasti lebih mahal karena akan memakan waktu yang lama. Karena ada proses karantina sebelum berangkat, sesudah sampai ke tanah suci, hingga saat kembali ke tanah air. Itu membutuhkan biaya yang mahal untuk satu orang jamaah," imbuhnya.


Sementara itu, informasi yang dihimpun untuk pembukaan di awal November nanti, Saudi hanya akan mengizinkan jamaah umrah dari sejumlah negara khusus yang dianggap aman dengan kapasitas 100 persen hingga berakhirnya pandemi.


Selain umrah, pemerintah Saudi sebelumnya juga membatasi layanan ibadah haji yang biasanya dapat mengumpulkan sekitar tiga juta orang dari seluruh dunia. Namun karena pandemi Covid-19, kini hanya untuk beberapa ribu jamaah saja. Itu pun hanya dari dalam negeri Arab Saudi.


Huda mencontohkan untuk ibadah haji 2021, Kemenag telah menyiapkan tiga skema pemberangkatan bagi calon jamaah haji (CJH) RI ke tanah suci. Tiga skema tersebut salah satu opsi yang terpenting apabila pandemi Covid-19 masih belum reda adalah adanya pembatalan keberangkatan haji. Namun, pihaknya optimistis ibadah haji 2021 akan dapat diselenggarakan.


"Kami sudah punya skema. Pertama seluruh jamaah (CJH) berangkat pada 2021. Kedua, ada kouta separo yang berangkat ke tanah suci, dan ketiga apabila kondisi belum membaik maka haji 2021 akan ditunda lagi," katanya.


Namun untuk skema tersebut masih dimatangkan mengingat mempertimbangkan kondisi di Indonesia maupun di Arab Saudi. Huda menjelaskan bahwa apabila nanti haji jadi diberangkatkan seluruhnya atau 100 persen kuota jamaah, maka otomatis biaya haji akan menjadi lebih mahal. (rmt/jay)

Editor : Administrator
#arab saudi