Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wisatawan Domestik ke Jatim Anjlok Hingga 80 Persen

Administrator • Senin, 7 September 2020 | 06:00 WIB
Wisatawan Domestik ke Jatim Anjlok Hingga 80 Persen
Wisatawan Domestik ke Jatim Anjlok Hingga 80 Persen

SURABAYA–Sektor pariwisata paling terpukul dengan pandemi Covid-19. Ini karena semua destinasi wisata di Jawa Timur ditutup selama berbulan-bulan. Saat ini pun belum normal. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Sinarto memprediksi kunjungan wisatawan domestik ke Jatim hingga akhir tahun 2020 anjlok hingga 80 persen.


“Prediksi penurunan hingga 80 persen itu berdasarkan akumulasi pergerakan wisatawan domestik sejak Januari-Juli lalu atau saat awal-awal pandemi,” ujar Sinarto.


Menurut dia, hingga Desember mendatang, jumlah wisatawan domestik diperkirakan hanya 16.494.339 orang. Berdasarkan data Disbudpar Jatim, selama Januari hingga Juli lalu, jumlah wisatawan domestik ke Jatim tercatat 11.331.567 orang. “Jumlah itu turun 76,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara selama 2019, jumlah wisatawan domestik ke Jatim mencapai 82.417.694 orang,” katanya.


Pejabat yang juga dalang wayang kulit itu berharap, pada semester kedua ini terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Ini setelah sejumlah tempat wisata dibuka kembali disertai dengan penerapan protokol kesehatan. Saat ini tempat wisata di Jatim yang sudah buka sebanyak 496 tempat wisata dari total 969 tempat wisata.


Sedangkan usaha pariwisata yang sudah reopening sebanyak 869 hotel dari total 2.225 hotel di Jatim. Lalu, sebanyak 2.934 restoran/rumah makan telah buka kembali dari total 4.203 restoran yang ada di Jatim. “Namun, pariwisata juga tak lepas dari kondisi ekonomi makro. Jika kondisi perekonomian pada masyarakat kurang baik, tentu akan berpikir dua kali untuk melakukan kegiatan wisata,” ungkapnya.  


Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jatim melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada bulan Juli  turun sebesar 21,65 persen dibanding Juni. Yakni dari 97 kunjungan menjadi 76 kunjungan. Jumlah kunjungan wisman Juli 2020 turun sebesar 99,69 persen  dibanding periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 24.913 kunjungan.


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, selama pandemi Covid-19, terjadi penurunan drastis terhadap angka kunjungan wisata di Jatim. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang sangat terdampak akibat pandemi corona. “Tidak cuma tempat wisatanya saja, tapi juga instrumen pendukung lain seperti hotel, tempat oleh-oleh, pelaku UMKM, transportasi wisata, dan lain sebagainya,” jelasnya.


Khofifah mengatakan, saat ini sejumlah destinasi wisata sudah mulai beroperasi meski jumlah pengunjung dibatasi dari kapasitas maksimum. Objek wisata yang kembali beroperasi diwajibkan menerapkan protokol kesehatan atau tata cara pencegahan virus Covid-19. “Kami terus berupaya meyakinkan publik bahwa penanganan virus Covid-19 ini dilakukan dengan baik. Yang terpenting, saat ini adalah pemulihan ekonomi masyarakat dengan protokol kesehatan yang harus dijaga,” pungkasnya. (mus/rek)


Editor : Administrator
#pandemi covid 19 #pemprov jatim