Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pengembangan PLTSa Benowo Tunggu Ahli dari Tiongkok

Administrator • Kamis, 13 Agustus 2020 | 23:25 WIB
Pengembangan PLTSa Benowo Tunggu Ahli dari Tiongkok
Pengembangan PLTSa Benowo Tunggu Ahli dari Tiongkok

SURABAYA-Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, yang siap diresmikan dalam waktu dekat ini akan mampu menghasilkan listrik 12 Megawatt melalui pengolahan sampah 1.000 ton per hari.


Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  PLTSa terbesar dan pertama di Indonesia ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Surabaya dengan PT Sumber Organik (SO) yang menggunakan teknologi Gasifikasi Power Plant. "Dari teknologi gasifikasi itu mampu menghasilkan listrik 12 Megawatt melalui pengolahan sampah 1000 ton per hari," kata Tri Rismaharini.


Risma mengatakan bahwa saat ini pembangunan fisik PLTSa Benowo mencapai 100 persen. Tinggal menunggu datangnya ahli untuk memantau tahapan commissioning atau pengujian dengan melakukan pengecekan apakah sistem itu sudah berjalan dengan baik. "Jika PLTSa ini resmi beroperasi, maka sampah di Surabaya dapat berkurang 1.000 ton per hari," tambahnya.


Menurut Risma, ahli tersebut sebenarnya hendak datang pada Februari lalu. Namun, karena ada Covid-19 sehingga tidak bisa ke Surabaya. Rencananya tenaga ahli ini akan berangkat dari Beijing, Tiongkok ke Surabaya pada 18 Agustus mendatang. "Kalau itu sudah selesai sudah bisa dioperasionalkan," ujarnya.


Risma  menjelaskan dari 12 Megawatt listrik yang dihasilkan PLTSa Benowo itu, nantinya yang akan dijual kepada PLN sebanyak 9 Megawatt. Sedangkan 2 Megawatt dikonsumsi sendiri untuk kebutuhan operasional dan sisa 1 Megawatt redundant.

"Jadi, 2 Megawatt untuk konsumsi (operasional) mereka (PT SO). Listriknya mereka gunakan sendiri, kan mereka juga butuh operasional. Nah, sisanya yang 9 Megawatt itu dijual ke PLN dan masih ada redundant 1 megawatt," jelas Risma.

Risma menyatakan, Pemkot Surabaya juga bakal dibantu Pemerintah Pusat untuk tipping fee atau biaya pengolahan sampah sekitar 30 persen. Ia mengaku telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan kesiapan operasional PLTSa Benowo tersebut.

"Alhamdulillah kita juga akan dibantu Pemerintah Pusat untuk tipping fee. Jadi kemarin kita sampaikan ke Pak Presiden kita akan dibantu 30 persen (tipping fee)," katanya.

Sementara itu, Deputy General Manager Business Unit PT Sumber Organik (SO) Hari Sunjayana mengutarakan bahwa proses gasifikasi sampah di PLTSa Benowo kapasitasnya mencapai 1.000 ton per hari. Dari kapasitas itu kemudian diolah menjadi energi listrik sekitar 12 megawatt, sedangkan hasil listrik sekitar 9 megawatt dijual ke PLN.

Ia menyatakan saat ini PT SO sudah mulai melakukan tahapan persiapan commissioning atau pengujian. Rencananya, pertengahan bulan Agustus ini, tim ahli akan datang ke Surabaya untuk memantau pengujian PLTSa di Benowo tersebut.(rmt/rak)

Editor : Administrator
#pemkot surabaya