Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tinggal Tiga Zona Merah di Jatim, Tingkat Penularan Menurun

Administrator • Kamis, 23 Juli 2020 | 23:11 WIB
Tinggal Tiga Zona Merah di Jatim, Tingkat Penularan Menurun
Tinggal Tiga Zona Merah di Jatim, Tingkat Penularan Menurun

SURABAYA-Upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Jawa Timur mulai membuahkan hasil. Buktinya, dalam tujuh hari terakhir transmission rate atau tingkat penularan virus Covid-19 di bawah angka satu. Data Pemprov Jatim, rata-rata tingkat penularan pada 13 Juli terekam berada di 0,91 dan menurun hingga 21 Juli di posisi 0,87.


"Biasanya kalau sudah 14 hari berturut-turut bukan di bawah satu, di bawah 0,5 itu. Berarti sudah kick off menuju new normal," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya.


Selain itu, menurut Khofifah, di Provinsi Jatim tinggal menyisakan tiga kabupaten/kota berstatus zona merah dari total 38 kabupaten/kota. Tiga daerah zona merah itu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kota Pasuruan. Sedangkan 28 kabupaten/kota lainnya berstatus zona oranye dan 7 kabupaten/kota berstatus zona kuning.


Hingga Selasa (21/7), angka pasien positif Covid-19 di Jatim mencapai 18.828 orang. Sebanyak 10.065 orang dinyatakan sembuh dan 1.461 pasien meninggal dunia. "Tingginya angka pasien terkonfirmasi positif karena tes yang masif," katanya.


Mantan menteri sosial itu mengatakan, rapid test komposisinya mencapai 1 berbanding 66 penduduk. Sedangkan swab polymerase chain reaction (PCR) komposisinya 1 berbanding 280 penduduk. "Jadi, kalau tes masif, tracing progresif, angka yang muncul akan lebih banyak," jelasnya

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran meminta masyarakat untuk melakukan silaturahmi secara virtual saat Idul Adha 1441 Hijriah pada 31 Juli. Fadil meminta semua pihak mencontoh momen Idul Fitri. Tingginya pergerakan masyarakat yang melaksanakan silaturahmi fisik menjadikan tingkat penularan Covid-19 di Jatim melonjak.


"Kita sudah punya pengalaman ketika Idul Fitri. Saat itu saudara-saudara kita melaksanakan silaturahmi dengan sedikit mengesampikan protokol kesehatan. Kita sarankan supaya silaturahmi melalui virtual, tapi banyak yang melaksanakan secara fisik. Akhirnya, transmission rate kita naik," kata Fadil.


Fadil mengingatkan, saat ini tingkat penularan Covid-19 di Jatim berada di bawah angka satu. Dia tidak ingin angka ini kembali naik melebihi angka satu. Fadil menyatakan, angka penularan memang terus bergerak dinamis. Namun, ia berharap pergerakannya ke bawah, bukan ke atas. "Jadi, titip pesan karena sebentar lagi Idul Adha," ujarnya.


Menurut Kapolda, upaya-upaya yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim sudah berada di jalur yang tepat. Yakni dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan.


Kesadaran itu ditanamkan melalui pembentukan kampung tangguh, pasar tangguh, dan sebagainya. "Target kita, dalam satu bulan ke depan terjadi perubahan zona yang akan menjadi lebih baik. Yang merah bisa jadi oranye, yang oranye jadi kuning, yang kuning jadi hijau," katanya.

Terpisah, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan, RSUD dr Soetomo kedatangan Kepala Labor Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang dr Andani Eka Putra untuk diskusi terkait penanganan Covid-19 di Jawa Timur.


"Kita sharing pengalaman termasuk dengan Ibu Gubernur (Khofifah) dan ahli mikrobiologi, barangkali bisa membantu di Jawa Timur khususnya di Surabaya Raya," kata Joni.


Dirut RSUD dr Soetomo itu mengatakan, dalam kesempatan itu  juga dibahas penerapan metode pool test di Jatim untuk meningkatkan kapasitas testing kasus Covid-19. Namun, menurut Joni, pool test baru bisa dikerjakan jika transmission rate di suatu daerah kurang dari 1. Kalau lebih dari 1 bisa, tapi membutuhkan biaya besar.


"Kami belum bisa memastikan, apakah metode pool test ini akan diterapkan di daerah lain di luar Surabaya Raya yang transmission rate-nya kurang dari 1. Kita lihat perkembangannya akan digunakan di mana," ucapnya.


Menurut dia, saat ini Jatim sudah mempunyai 27 laboratorium pemeriksaan PCR. Selain itu, 17 laboratorium yang menggunakan tes cepat molekular (TCM). "Kemampuan testing kita bisa mencapai 3.000 spesimen per hari," pungkasnya. (mus/rek)

Editor : Administrator
#zona merah di jatim #pandemi covid 19 #Gubernur Khofifah Indar Parawansa