SURABAYA – Merawat kesehatan wajah tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Bila ingin tampil lebih cantik dan tampan, tentunya harus sesuai dengan anjuran dokter yang berkompeten di bidang kulit dan perawatan wajah.
Salah satu dokter klinik perawatan wajah, dr. Cristoper M Kes AAAM AIFO-K dari salah satu klinik estetik di Surabaya Timur menjelaskan, merawat wajah harus dengan cara yang benar agar tidak timbul masalah baru, seperti iritasi atau malah memperburuk kulit bagian wajah.
Sebelum melakukan perawatan wajah, pria maupun wanita, harus memperhatikan beberapa hal agar lebih aman. Selain mengikuti anjuran dokter, juga mengecek terlebih dahulu rekomendasi obat atau krim wajah yang sesuai.
“Nah kalau membeli lewat online harus hati-hati, dicek dulu nomor registrasinya apakah terdaftar di Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Karena krim yang dibeli lewat online bisa jadi ada yang asal jual, tanpa teregistrasi di BPOM. Registrasinya bisa dicek juga kok lewat online,” kata dr. Christoper, Senin (13/7).
Bagi wanita yang ingin tampil glowing, juga tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Karena menjadi glowing, lanjut dr. Christoper, tidak bisa instan begitu saja. Bahkan dirinya pun tidak bisa menentukan berapa lama durasi kulit seseorang bisa jadi glowing.
Karena menurutnya, setiap orang memiliki kualitas kulit yang berbeda-beda, ada yang ditakdirkan mudah menjadi glowing ada yang tidak. “Kulit itu kan karena faktor turunan. Jadi kalau orang punya riwayat kulit sensitif, susah kalau memakai krim,” jelasnya.
Selain itu, dr. Christoper menuturkan, kalau kulit sehat memang lebih mudah untuk dirawat menjadi lebih cerah. Jika kulit kusam maka akan sedikit sulit untuk dirawat, lantaran kulit wajah kusam cenderung kering dan kadar minyaknya lebih tinggi. “Jadi setiap kulit manusia itu perawatannya beda, tidak bisa langsung dan tergantung faktor genetisnya,” jelasnya.
Selain faktor genetik, juga karena intensitas kedisiplinan setiap orang membersihkan wajah, memakai krim, dan tempat pekerjaan yang menentukan kondisi kulit wajah. Jika seorang wanita yang bekerja di ruangan terbuka maka harus lebih teratur melakukan perawatan wajah. Sedangkan untuk pekerja kantoran, maka akan lebih mudah melakukan perawatan wajah.
“selain itu, nutrisi makanan juga mempengaruhi, kurang makan sayur dan buah juga mempengaruhi jenis kulit. Kalau suka makan makanan gorengan dan bersantan maka jenis kulitnya akan berbeda lagi. Itu berlaku bagi pria dan wanita,” paparnya.
Bagi pria, perawatannya bisa menggunakan sabun khusus wajah untuk menggelontor minyak di wajah. Karena produksi minyak pada bagian wajah pria lebih banyak ketimbang wanita. “Ini yang harus dibedakan, yaitu penggunaan sabun wajah pria dan wanita. Karena wajah pria lebih banyak mengandung minyak. Kalau pantangan makanan, kami belum ada teorinya. Karena kulit itu tergantung dengan faktor turunan juga,” tandasnya. (gin/nur)
Editor : Administrator