SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan bahwa calon siswa yang mengajukan Personal Identification Number (PIN) untuk PPDB SMA/SMK mulai Senin (8/6) hingga saat ini sudah 95 persen atau mencapai 236.150 siswa dari kapasitas siswa SMA/SMK Negeri yang bisa ditampung di Jatim. Dari pengajuan itu yang sudah diverifikasi sebanyak 202.909 siswa.
"Jumlah SMA Negeri di Jatim ada 423 dengan kapasitas 121.141 siswa. Sedangkan jumlah SMK Negeri ada 292 dengan kapasitas 127.845. Artinya total siswa SMK dan SMA sebanyak 248.986," katanya.
Meski demikian, Wahid mengatakan yang belum terverifikasi atau belum mendapatkan PIN karena ada kendala dalam upload data. Menurutnya, masalah yang sering timbul adalah surat keterangan lulus yang tidak sesuai atau bahkan siswa belum menerima dari sekolah.
"Karena banyak sekali siswa yang belum mendapatkan surat keterangan lulus. Selain itu yang diupload ini seringkali salah. Misalnya yang diupload itu ada yang map surat keterangan lulus, bukan suratnya langsung," katanya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim ini mengatakan, ada juga siswa yang mengupload surat keterangan lulus, tapi tidak ada tanda tangan kepala sekolahnya. Kemudian ada juga yang seharusnya upload kartu keluarga (KK), tapi justru foto keluarga.
"Meski demikian para orang tua tidak perlu khawatir karena pengambilan PIN maksimal sampai 20 Juni. Saya jamin pendaftar yang memenuhi ketentuan pasti mendapat PIN," jelasnya.
Wahid menambahkan, ada lima jalur yang bisa diikuti oleh siswa untuk mengikuti PPDB ini. Yang pertama adalah jalur afirmasi untuk keluarga tidak mampu. “Yang kedua adalah jalur perpindahan orang tua. Ini untuk orang tua yang pindah ke Jatim disiapkan jalur ini,” ujarnya.
Kemudian yang ketiga adalah jalur lomba baik akademik maupun non akademik. Wahid mengatakan tiga jalur ini dibuka untuk tahap pertama. “Dibuka hingga pengumuman, bagi siswa yang diterima dari salah satu jalur ini secara otomatis PIN akan otomatis mati. Akan tetapi jika tidak diterima, maka PIN akan tetap hidup untuk mendaftar di tahap kedua yaitu jalur zonasi,” jelasnya.
Wahid mengatakan jika tahap zonasi ini masih belum diterima, maka PIN akan tetap hidup dan bisa digunakan untuk mendaftar pada tahap ketiga. Yakni jalur prestasi akademik yang diambil dari rata-rata nilai mulai semester 1 sampai 5. “Selain itu juga diambil dari indeks sekolah dan nilai rata-rata ujian nasional sekolah pada tahun 2019,” tuturnya.
Lebih lanjut Wahid mengatakan bahwa PPDB untuk tiga jalur tahap pertama ini rencananya akan dilakukan secara offline. Namun karena ada pandemi Covid-19 akhirnya diganti dengan sistem online. “Kenapa harus offline, karena ada berkas-berkas yang harus diperiksa. Misalnya juara lomba apakah betul sertifikatnya asli. Kalau perpindahan orang tua apakah ada SK perpindahannya. Sedangkan kalau jalur afirmasi apakah punya Kartu Indonesia Pintar atau Kartu Indonesia Sehat,” paparnya.
Ia berharap tidak ada dokumen yang dipalsukan. Menurutnya ancaman jika ditemukan dokumen palsu maka akan dikeluarkan. “Jadi dokumen-dokumen yang diupload ini harus asli dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Saat ditanya terkait zonasi, untuk tahun ajaran 2020 sama dengan satu wilayah kabupaten/kota. Ia mencontohkan Surabaya ini satu wilayah. “Artinya Surabaya ini satu zona, boleh daftar di SMA manapun,” jelasnya.
Wahid mengimbau baik kepada siswa maupun orang tua siswa agar tidak berkecil hati jika tidak diterima di sekolah negeri. Menurutnya sekolah swasta di Jatim juga mempunyai kualitas yang baik. "Yang terpenting adalah bagaimana semangat belajar siswa itu sendiri," pungkasnya. (mus/jay)