SURABAYA - Ribuan ikan di kolam atau waduk di kawasan Rungkut Industri SIER mengambang tak bernyawa di permukaan air. Tak ayal, bau busuk dan amis merebak di sekitarnya.
Namun demikian, beberapa orang tampak terlihat menjaring ikan mati yang kebanyakan berjenis mujahir tersebut. Menurut salah satu warga, Slamet, ikan tersebut tampak mabuk sejak dua hari yang lalu.
Ikan keluar banyak dari arah utara tepatnya di deretan pabrik-pabrik. "Kemungkinan ini dari limbah pabrik mas, kemarin itu ikan sudah banyak yang mabuk, lha ini tadi pagi kok pada mati semua," katanya.
Slamet mengungkapkan bahwa peristiwa ini baru pertama kali dia lihat, sehingga dia yang saat itu sedang memancing akhirnya berusaha untuk memilah ikan yang sekiranya masih hidup. "Lumayan mas ini saya tadi dapat yang masih hidup nila dan mujahir, " terangnya.
Selain itu dari pantaun Radar Surabaya di lapangan, ikan-ikan tersebut mengambang dan hanyut ke arah selatan lebih tepatnya terkena arus air.
Beberapa petugas dari PT SIER juga terlihat membersihkan bangkai ikan di belakang masjid Rungkut Industri III. Petugas tersebut membersihakan bangkai dengan menggunakan jaring lalu dimasukan ke dalam karung.
Mobil pick up juga telah siap untuk mengangkut bangkai ikan tersebut. Puluhan sak karung juga sudah tertata rapi. Salah satu petugas yang tak mau namanya dipublikasikan, menjelaskan ikan tersebut mati disebabkan oleh berkurangnya air akibat dibukanya pintu air di wilayah Rungkut Menanggal.
"Saya dapat informasi katanya ada dua pabrik yang membuang limbah, makanya airnya dibuka agar limbah tersebut cepat hanyut dari waduk ini," katanya kepada Radar Surabaya.
Petugas tersebut mengungkapkan bahwa bangkai ikan yang mati akan dikubur di tempat penampungan limbah milik PT SIER yang tempatnya di belakang komplek Rungkut Industri (Rungkut Menanggal).
"Mulai kemarin sudah membersihkan ikan yang mati ini mas, biar gak tambah bau lingkungan ini. Ini sudah beberapa kali diangkut, besok juga kami bersihkan lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Penyelesaian Sengketa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, City Mangezong Negeri Pertiwi mengatakan, pihaknya baru mendengar kabar tersebut ketika dihubungi Radar Surabaya.
Pihaknya akan segera menkroscek kejadian matinya ikan di danau PT SIER tersebut. "Kami baru tahu mas, segera kami akan kirimkan petugas ke lapangan apakah itu karena limbah atau gimana nanti progresnya akan kami sampaikan," ungkapnya.
Jika betul matinya ribuan ikan itu karena limbah pabrik, pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap pabrik yang telah membuang limbah di danau yang menyebabkan matinya ekosistem danau tersebut.
"Nanti kita cek dulu, kalau memang itu karena limbah nanti segera kami berikan sanksi, karena ada mekanisme dalam pembuangan limbah pabrik," pungkasnya. (rmt)
Editor : Administrator