SURABAYA-Sudah 11 hari Asrama Haji Sukolilo atau Hotel Asrama Haji (HAH) digunakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk ruang isolasi Covid-19. Pemkot telah menyiapkan 354 kamar untuk menampung pasien Covid-19 di tiga gedung sektor E yang lokasinya berada di belakang gedung utama Asrama Haji.
Menurut Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto, sejak digunakan Sabtu (16/5) hingga Rabu (27/5), pemkot sudah mengisolasi 206 pasien Covid-19. Pasien tersebut merupakan pasien rawat jalan dengan status OTG, ODP, PDP. Namun ada juga pasien dengan status konfirmasi dan reaktif. "Di situ (HAH, Red), kalaupun konfirmasi (positif, Red) yang rawat jalan," katanya.
Pihaknya juga membuat nyaman para pasien dengan pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada pasien selama diisolasi 14 hari tersebut. "Setiap pagi kita adakan senam bersama, agar daya tahan tubuh tetap terjaga, bahkan Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini, Red) juga menyiapkan mainan anak dan buku bacaan," terangnya.
Irvan memastikan bahwa di tempat tersebut juga telah dilengkapi semacam pos yang dilengkapi resepsionis. Bahkan, di tempat tersebut juga ada hotline yang bisa dihubungi oleh para tamu Hotel Asrama Haji. “Jadi, kalau mereka butuh apa-apa bisa melalui hotline itu, sehingga sebisa mungkin kita penuhi, apapun itu, dan selama ini sudah berjalan seperti itu,” ungkapnya.
Resepsionis di tempat tersebut juga diminta untuk selalu mengecek makanan mereka, jangan sampai terlambat dan jangan sampai tidak sesuai dengan keinginan mereka. Karena bagaimana pun juga mereka butuh meningkatkan imun supaya lekas sembuh. "Kami juga sediakan tenis meja untuk mereka berolahraga," imbuhnya.
Sementara itu Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto mengatakan, kapasitas tiga gedung tersebut sudah cukup untuk menjadi ruang isolasi. Dirinya berharap tidak akan ada penambahan pasien lagi, sehingga gedung tidak perlu ditambah. "Mudah-mudahan tidak nambah gedung. Kapasitas tiga gedung insyaallah masih cukup," harapnya.
Terkait dengan penggunaan gedung asrama haji yang semula hanya digunakan untuk pasien ODP dan PDP, namun adanya pasien yang positif Covid-19. Meski penyelenggaraan haji juga masih menjadi pembicaraan.
Sugianto menegaskan, nantinya setelah isolasi, asrama haji harus bersih, steril dengan disinfektan, "Kami minta untuk pembersihan ruangan yang betul-betul bersih dan steril sampai aman digunakan jemaah" tegasnya.
Sugianto menjelaskan, penggunaan ruang isolasi akan berakhir pada 15 Juni. "Jadi kesepakatan dengan pemkot harus sudah berakhir paling lambat 10 hari sebelum kloter 1 masuk Asrama Haji (25 Juni, Red)," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Administrator