SURABAYA - Komisi D DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menyiapkan skema jaminan sosial, sebab saat ini masyarakat menunggu sikap tegas dari Pemkot Surabaya untuk jaringan sosial, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketua Komisi D Khusnul Khotimah mengatakan, pemutakhiran data MBR menjadi penting agar skema jaring pengaman sosial daerah dan bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran.
“Yang jelas saat ini Pemkot Surabaya harus bersikap tegas dan bijak untuk jaringan sosial yang berkaitan dengan MBR dan masyarakat yang kondisinya saat ini dirumahkan karena alasan karantina, karena semua berharap bisa bertahan hidup,” katanya.
Untuk itu pihaknya akan membahas terkait dengan anggaran untuk penanganan Covid-19 dengan Pemkot Surabaya melalui teleconference. Dengan begitu pihaknya memastikan pemkot tidak tinggal diam untuk masyarakat yang rentan terdampak ekonominya.
Khusnul menjelaskan, saat ini pihaknya memprediksi lebih dari 667 ribu lebih kepala keluarga yang masuk dalam kategori MBR. "Hitungan kasar kami masih ada 667 data MBR yang belum ter-update. Kami harap Pemkot Surabaya segera mempunyai mekanisme untuk segera memberikan bantuan sosial tersebut," terangnya.
Khusnul berharap, upaya pemutakhiran data MBR dan penyisiran warga terdampak harus segera dilakukan dan jangan sampai menghambat tidak segeranya program jaring pengaman sosial ini dilaksanakan. "Updating by doing. Yang sudah ter-update segera dibantu, jika ada susulan selama layak dibantu agar masuk sasaran penerima bantuan," tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan survei dan pengecekan data MBR. “Setiap hari masih kita lakukan pemutakhiran data, jadi surveipun juga masih berjalan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Anang ini mengungkapkan, kemungkinan data MBR tersebut terus bertambah. “Jadi kita harus cek setiap hari, kemungkinan bertambah datanya,” ungkapnya. Selain itu, untuk permakanan yang saat ini dilaksanakan di tiap Kecamatan masih terus berjalan. (rmt/nur)
Editor : Administrator