SURABAYA - Universitas Terbuka (UT) Surabaya menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) di Gedung ACC Kampus C, Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (8/2) hingga Minggu (9/2). OSMB merupakan kegiatan wajib para mahasiswa baru (maba) UT yang berjumlah 777 mahasiswa dari total jumlah 1821 maba se-wilayah UT Surabaya yang saat ini juga sedang melaksanakan OSMB di empat lokasi yakni Madiun, Mojokerto, Lamongan, dan Sumenep.
Maba diperkenalkan tentang sistem penyelenggaraan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Sehingga maba UT bisa mandiri dan terampil dalam menempuh studi selama di UT Surabaya.
Direktur Universitas Terbuka (UT) Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd mengatakan, maba UT Surabaya harus diberi tahu untuk mengenal UT sebagai perguruan tinggi dengan sistem belajar yang berkualitas dan terakreditasi. Sehingga nantinya saat mulai perkuliahan, bisa mengikutinya dengan baik.
“Tujuan dari orientasi ini (OSMB, Red), jangan sampai nanti mahasiswa baru itu gak tau cara belajar di UT seperti apa. Karena di sini kehadiran atau tatap muka bukan hal yang wajib. Namun kami membuka layanan tatap muka tersebut,” kata Suparti kepada Radar Surabaya.
Suparti juga menjelaskan kepada para maba, mulai dari sejarah pendirian UT, struktur organisasi, dan profil pimpinan di UT Pusat maupun di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) atau unit pelaksanaan teknis UT di Surabaya. Kemudian sistem penjaminan kualitas, sistem registrasi, pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar, serta profil mahasiswa dan lulusan.
“Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak selamanya dilakukan secara tatap muka. Sedangkan untuk makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian,” terangnya.
Lanjut Suparti, para maba juga mendapatkan Pelatihan Keterampilan Belajar Mandiri (PKBM) yang di dalamnya terdapat keterampilan mengelola waktu, membaca efektif, merekam hasil baca, mengerjakan tugas tutorial, mempersiapkan ujian akhir semester (UAS) dan keterampilan mengakses layanan UT secara online. “Besok ini pelatihannya, kami akan ajarkan kepada mahasiswa baru. Termasuk juga praktek tutorial online,” imbuhnya.
Yang membuat beda dengan kampus lainnya, pada saat OSMB, UT Surabaya tidak memberlakukan ospek layaknya di kampus-kampus lainnya. Sebab, menurut Suparti, melalui OSMB, maba diperlakukan sebagai orang terdidik sehingga mulai sistem belajar, cara belajar, bisa segera diserap oleh maba UT Surabaya.
“Di UT rata-rata mahasiswanya merupakan pekerja yang ingin melanjutkan kuliah. Bahkan tidak sedikit di UT Surabaya ini ada pejabat yang juga kuliah. Seperti wali kota Madiun yang sedang menempuh pendidikan S3 Administrasi Publik. Ada dosen, ada juga kepala dinas. Jadi di UT Surabaya ini ada 35 Prodi untuk S1, 6 prodi untuk S2 dan juga yang baru dan pertama kali di Indonesia ada S3 dengan prodi Administrasi Publik,” ungkapnya.
Dalam OSMB UT Surabaya. para mahasiswa sangat dinamis dalam melontarkan pertanyaan sehingga terjadi keaktifan dalam ruang lantai dua gedung ACC Unair tersebut. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh maba adalah berkaitan dengan program percepatan UT yang informasinya akan dihapus.
Menurut Suparti, program percepatan ini tetap ada. “Kalau penutupan prodi, pasti akan diinformasikan dari pusat 3-4 tahun sebelumnya,” ingatnya.
Kuliah akan mulai dilakukan maba pada Sabtu (14/3). Untuk itu Suparti berharap nantinya mahasiswa bisa belajar dengan maksimal di UT dan lulusannya berkualitas dengan mengimplementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi.
“Kami akan gandeng mereka untuk mengikuti penelitian, pengabdian masyarakat serta kami juga memfasilitasi minat dan bakat para mahasiswa, sehingga nanti lulusan UT Surabaya lebih berkualitas,” pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Administrator