SURABAYA - Program SMA Double Track dirancang Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menciptakan lapangan kerja bagi ribuan lulusan SMA/MA. Sebab, 65 persen lulusan SMA/MA tidak melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, lulusan SMA/MA dan SMK merupakan penyumbang angka pengangguran terbuka di Jatim. Tertinggi SMK, disusul SMA/ MA. Maka, pemprov membuat inovasi berupa SMA Double Track. Madrasah Aliyah (MA) juga dibuat dua jalur (double track).
“Kita harapkan setiap tahun sekitar 800 ribu angkatan kerja baru di Jatim itu akan terserap 600 ribuan,” ujar Khofifah saat menghadiri Festival SMA Double Track di Jatim Expo, Surabaya.
Program double track SMA/MA terdiri atas tujuh bidang keterampilan. Meliputi multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan. Saat ini double track SMA sudah ada 157 sekolah. Sedangkan MA 120 unit sekolah. “Saya ingin kita semua menjadikannya sebagai energi baru, potensi baru, skill baru bagi penciptaan lapangan kerja,” katanya.
Meski demikian, Khofifah mengatakan, program sekolah dua jalur itu harus membangun sinergitas dengan millenial job center. Selain itu, one pesantren one product. “Karena anak-anak muda sangat friendly dengan proses digitalisasi, harapan kita mereka akan masuk market place,” jelas mantan menteri sosial ini.
Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim siap memberikan support kepada lulusan SMA double track yang ingin membuka usaha ketika lulus nanti. Mereka bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berjumlah Rp 190 triliun dari ABPN. “Bunga yang diberikan tahun depan cukup ringan, yaitu 6 persen. Sedangkan tahun ini bunga KUR masih 7 persen,” katanya.
Khofifah juga meminta bantuan dan kerja sama semua pihak untuk mendukung lulusan agar siap masuk ke dunia kerja secara mandiri. Ia mencontohkan, orang yang ingin merias diri untuk acara hajatan tidak perlu antre di salon, tetapi bisa didatangi langsung ke rumah oleh para lulusan SMA/MA/SMK. “Saya rasa ini akan menjadi cahaya baru di tahun 2020. Saya berharap anak-anak punya harapan, dari hal kecil bisa menuai hasil yang besar di masa mendatang,” tuturnya.
Program dua jalur itu disokong tutor dari ITS yang dikomandani Rektor ITS Prof Ashari dan Ketua Tim SMA Double Track Prof Zainul. Lulusan SMA double track juga mendapat sertifikasi. “Betapa pentingnya standar yang tersertifikasi dari seluruh profesi,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiono mengatakan, minat lulusan SMP (sederajat) terhadap SMA/MA double track di Jatim sangat tinggi. Hanya saja, saat ini kuota yang tersedia masih terbatas. “Tahun ini kita dapat tambahan anggaran untuk mengembangkan doubel track,” ujarnya.
Rektor ITS Mochamad Ashari mengatakan, tidak semua wilayah di Jatim memiliki program SMA double track. Saat ini hanya 25 kabupaten saja yang punya sekolah dua jalur. Sedangkan 13 kabupaten belum ada. “Untuk kota memang tidak ada karena memang program ini difokuskan kepada anak-anak sekolah di wilayah pinggiran. Kebanyakan anak-anak di wilayah pinggiran tidak melanjutkan kuliah dan memilih mencari kerja,” tuturnya.
Ada bermacam keterampilan yang diajarkan dalam program SMA double track. Mulai dari teknik elektro, tata busana, tata boga, multimedia hingga tata rias. Program-program yang diajarkan sejak 2018 ini sudah menunjukkan hasilnya. Beberapa produknya bahkan sudah dipasarkan meskipun masih dalam lingkup kecil.
Hingga saat ini, program SMA double track diikuti 157 sekolah dari 28 kabupaten di Jawa Timur. Prioritasnya untuk daerah terluar dan terdalam di Jawa Timur seperti Bojonegoro, Madura, Ngawi, Ponorogo, Bojonegoro, dan Magetan.
"Sejauh ini pemasaran produknya masih di lingkup sekolah. Karena pesertanya kelas XI, jadi masih belum ada lulusan. Tapi kalau lulus jadi bekal wirausaha," ujar Rektor ITS Prof Mochamad Ashari ditemui di Festival SMA Double Track.
Hal serupa diungkapkan Feri Jingga, trainer desain grafis SMAN 1 Tapen, Bondowoso. Tahun pertama sekolahnya membuka kesempatan 40 siswa untuk menambah ketrampilan di peminatan teknik kendaraan ringan dan desain grafis. "Kami baru ambil dua peminatan karena yang diminati anak-anak dan pasarnya ada di Bondowoso, ya dua itu,"ungkapnya.
Feri menambahkan, para siswa bisa mengembangkan hobi mereka dengan menghasilkan produk. Seperti desain grafis yang sempat mendapat pesanan untuk produk papercraft, stiker, hingga flat board dan kaos. "Untuk TKR ada laboratorium dinamakan Smantap Cyrcles Garage dan kini sudah membuat carbo hibrid," lanjutnya.
Carbo hibrid ini bisa dipakai untuk kendaraan empat tak, dua tak, dan tipe solar. Temuan produk ini juga akan disempurnakan dan diurus hak patennya.
Selain dua sekolah tersebut, terdapat 155 SMA dan MA Double Track yang menampilkan produknya kemarin. Produk unggulan itu dari berbagai macam keahlian dan kompetensi mulai tata boga, tata busana, tata rias, hingga teknik kendaraan ringan. (mus/rek)
Editor : Administrator