SURABAYA - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 menjadi berkah bagi Jawa Timur. Ini karena perpres tersebut secara eksplisit menyebut 218 proyek strategis nasional akan dibangun di wilayah Provinsi Jawa Timur. Total nilai investasinya mencapai Rp 292,4 triliun.
Anggaran untuk mendanai proyek tersebut 15 persennya bersumber dari APBN dan APBD. Sedangkan sisanya menggunakan skema penganggaran dari swasta dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). “Kami berikhtiar semaksimal mungkin agar mandat perpres ini dapat segera kami laksanakan,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Menurut dia, pemprov segera membentuk Provincial Project Management Office (PPMO) untuk menentukan proyek mana yang akan diprioritaskan tahun 2020. Ratusan proyek itu membutuhkan kemitraan yang kuat dengan semua pihak. Mulai dari perbankan, dunia usaha dan industri, pemerintah pusat dan pemkab/pemkot. “Termasuk akademisi dan elemen strategis lainnya,” ujar Khofifah.
Sebagaimana disebutkan dalam lampiran Perpres Nomor 80 Tahun 2019, ada lima kawasan proyek yang akan direalisasikan di Jatim. Pertama, di kawasan Gerbangkertosusila. Di kawasan itu total ada 77 proyek yang akan dikerjakan dengan total nilai investasi Rp 163,1 triliun.
Kemudian proyek kawasan Madura dan Kepulauan sebanyak 26 titik proyek dengan nilai investasi Rp 12,98 triliun. Lalu pengembangan kawasan Bromo Tengger Semeru yang memiliki 47 proyek dengan nilai Rp 38,07 triliun.
Kawasan Selingkar Ijen yang bakal dibangun 24 proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp 36,4 triliun. Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan sebanyak 44 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 41,84 triliun.
Dari total 218 proyek strategis nasional tersebut, yang mendapatkan pendanaan dari APBN ada 108 proyek dengan nilai investasi Rp 41,84 triliun. Kemudian APBN/APBD ada satu proyek dengan total Rp 45,8 triliun.
Sektor BUMN/BUMD juga akan terlibat dalam skema pembiayaan untuk 19 proyek dengan nilai investasi Rp 67,6 triliun. Sisanya 72 proyek dengan total investasi Rp 136,1 triliun dengan sistem KPBU. Sektor swasta juga turut andil untuk menangani 17 proyek dengan nilai investasi Rp 46,7 triliun.
“Klusternya ada Gerbangkertasusila, Selingkar Wilis, Lintas Selatan, dan Bromo Tengger Semeru. Tidak berarti di luar itu tidak terjangkau,” kata Khofifah.
Menurut dia, proyek Jalan Tol Tuban-Manyar juga digarap dengan anggaran Rp 14,8 triliun. Koneksitas antardaerah yang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi memang masuk dalam perpres tersebut.
Kemenko Perekonomian pun telah mengonfirmasi bahwa ada sejumlah pihak swasta yang tertarik berinvestasi di Jatim. Seperti proyek angkutan masal yang terintegrasi di Gerbangkertasusila. “Tinggal kita buat detail plan-nya bersama-sama,” katanya. (mus/rek)
Proyek Strategis Nasional di Jatim
* Gerbangkertosusila, 77 proyek, Rp 163,1 triliun
* Madura dan Kepulauan, 26 proyek, Rp 12,98 triliun
* Bromo Tengger Semeru, 47 proyek, Rp 38,07 triliun
* Selingkar Ijen, 24 proyek, Rp 36,4 triliun
* Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, 44 proyek, Rp 41,84 triliun
Total proyek : 218 unit
Total investasi : Rp 292,4 triliun