SURABAYA - Selain membuat berbagai taman yang indah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga mengembangkan hutan kota. Keberadaan hutan kota sebagai paru-paru kota sangat dibutuhkan sebagai bagian dari ruang terbuka hijau (RTH). Salah satunya hutan kota di Balas Klumprik, Wiyung.
Hutan kota ini luasnya 4,5 hektare dengan 6.000-an tanaman. Dwi Hariyanto, koordinator Hutan Kota Balas Klumprik, mengatakan bahwa hutan kota di kawasan Surabaya Barat itu terdapat berbagai jenis tanaman buah dan pohon lindung.
"Tanaman di sini memang lebih didominasi buah seperti kedondong, srikaya, mangga, kelengkeng, dan jambu," kata Dwi Hariyanto.
Saat musim panen tiba, lanjut Dwi, pengunjung diperbolehkan untuk memetik buah dengan bebas. Gratis! Di tempat ini juga terdapat berbagai jenis pohon lindung seperti mahoni dan trembesi. "Kebanyakan sih warga sekitar yang ambil buah di sini, Memang tujuannya untuk memanjakan para pengunjung," ujarnya.
Menurut dia, hutan kota yang berada di kawasan Kecamatan Wiyung juga terdapat sebuah danau irigasi. Berbagai jenis spesies ikan dikemangbiakkan di sini. Ada ikan lele, mujaer, nila, bandeng. "Memang kami budi dayakan ikan," ucapnya.
Bukan itu saja. Pemkot juga telah menyediakan sebuah sentra kuliner. Pengunjung yang datang bisa bersantai di sentra PKL sambil menikmati pemandangan danau.
Selain bertujuan untuk mewujudkan kebutuhan RTH di Kota Surabaya, salah satunya juga agar perekonomian warga Balas Klumprik dapat meningkat. "Tujuan utama dari program Pemkot Surabaya adalah meningkatkan kesejahteraan warga Kota Surabaya," katanya.
Eka Wahyudi, salah satu padagang sentra kuliner hutan kota Balas Klumprik, mengatakan bahwa kebanyakan pengunjung yang datang bertujuan untuk bersantai ketika libur. Ada juga yang sekadar memancing di danau. "Ramai biasanya hari libur. Kebanyakan yang datang warga sekitar," katanya. (rmt/rek)