SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat kepara para menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik pada Rabu (23/10) lalu. Khofifah berharap bisa melakukan sinergi dengan para menteri asal Jawa Timur.
''Pak Presiden Jokowi saat memperkenalkan para menteri menyampaikan bahwa yang mengisi tiga pos strategis di Istana tetap orang lama. Kebetulan ketiganya asal Jawa Timur, yaitu Pak Pratikno (Mensesneg) dari Bojonegoro, Pak Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) dari Kediri, kemudian Pak Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) dari Kediri. Kami berharap sinergitas mereka dengan daerah asal mereka akan nyambung, produktif, strategis," katanya.
Khofifah menyebut ada banyak kebutuhan, terutama infrastruktur dasar berbasis rumah tangga, yang perlu mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Misalnya, jambanisasi berbasis rumah tangga. Elektrifikasi secara menyeluruh untuk sambungan listrik rumah tangga tahun 2021. Kemudian mengentaskan 361 desa tertinggal di Jatim.
Tokoh Jatim lain di Kabinet Indonesia Maju adalah Mahfud MD. Pria asal Pamekasan, Madura, itu dipercaya menjabat Menkopolhukam. ''Sosok Pak Mahfud punya kompetensi dan kapasitas yang luar biasa. Harapan seluruh warga bangsa bahwa komunikasi di antara seluruh stakeholder elemen strategis yang ada dalam koordinasi antara Menkopolhukam saya rasa cukup firmed Pak Mahfud mendapatkan penugasan disitu. Gus Dur dulu memberikan julukan Pak Mahfud adalah peluru tak terkendali. Maksudnya, pikiran dan gerakannya sering out of the box,'' paparnya.
Mantan Menteri Sosial dan mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu menambahkan, sosok menteri asal Jawa Timur yang juga patut dibanggakan adalah Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Ia berharap ada sinergi dengan Muhadjir, terutama terkait percepatan penyejahteraan masyarakat Jawa Timur.
''Kita berharap bisa sama-sama punya ruang berkoordinasi terkait dengan percepatan penyejahteraan masyarakat yang ada di dalam koordinasi Menko PMK bisa kita bangun koneksitas lebih kuat. Sebab, pesan Presiden, masing-masing kementerian tidak boleh punya visi misi sendiri. Visi misinya adalah visi misi pemerintah,'' kata Khofifah.
Sosok asal Jatim yang melenggang masuk di Kabinet Indonesia Maju adalah Abdul Halim Iskandar. Politisi PKB itu sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Jatim. Saat ini Gus Halim pun masih menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim. Kini Gus Halim diberi mandat untuk menjabat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Khofifah berharap Gus Halim bisa turut membantu Jawa Timur dalam rangka mengentaskan desa tertinggal. Jatim masih punya pekerjaan rumah (PR) karena ada 361 desa yang masih berstatus tertinggal. ''Saya sering minta agar ini dipetakan faktor penyebab ketertinggalannya dan pola intervensinya. Agar di tahun 2020 tidak ada lagi desa tertinggal di Jawa Timur,'' kata perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.
Terakhir, sosok yang juga masuk Kabinet Indonesia Maju adalah Ida Fauziah, Menteri Tenaga Kerja. Khofifah menyebut, di bidang tenaga kerja ada perundangan yang masuk Omnibus Law. ''Jatim juga akan menyesuaikan jika nanti ada aturan-aturan yang juga bisa menggunakan sistem Omnibus Law dalam revisi perda,'' pungkasnya. (mus/rek)