Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kementerian ESDM Petakan Sebaran Sumber Minyak di Kutisari

Administrator • Sabtu, 5 Oktober 2019 | 18:53 WIB
Kementerian ESDM Petakan Sebaran Sumber Minyak di Kutisari
Kementerian ESDM Petakan Sebaran Sumber Minyak di Kutisari



SURABAYA - Tim Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM kembali melakukan pendeteksian sumur minyak dengan menggunakan georadar. Pendeteksian sebelumnya dilakukan di Jalan Kutisari Utara III sepanjang 500 meter. Pendeteksian kali ini dilakukan di Jalan Kutisari Utara II dan IV.


Dua lokasi itu dipilih dengan pertimbangan yang berdekatan dengan titik semburan minyak. Menurut peneliti Bidang Sumber Daya Migas Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM Bambang Sugiarto, hingga hari kedua ini pihaknya mengukur kondisi bawah permukaan dengan menggunakan metode ground penetrasi radar (GPR).


Dengan cara ini nantinya bisa dipetakan, apakah ada konsentrasi minyak di bawah permukaan tanah sehingga tidak berdampak pada masyarakat sekitar.


“Untuk kontur tanah yang kita ukur dari lintasan pertama hingga ke tiga, masing-masing mempunyai elevansi ketinggian yang sama. Nantinya dari data yang kami dapat ini akan dibuat suatu peta sebaran sumber minyak di wilayah sini (Kutisari, Red),” katanya.


Bambang melanjutkan, masing-masing lintasan berbeda-beda. Dengan perbedaan akan menghasilkan suatu sinyal georadar. “Lapisan tanah yang dekat permukaan kita bisa bedakan antara layer satu dengan lainnya, berdasarkan keras lunaknya batuan karena akan berpengaruh. Parameter gelombang termasuk adanya minyak akan berpengaruh juga,” terangnya.


Selama pendeteksian tersebut, gelombang elektromagnitnya banyak terpengaruh dengan banyakya orang berlalu lalang di jalan, dan juga adanya tiang listrik.


“Selama proses dengan menggunakan georadar banyak kendalanya. Jalan ini harus steril. Karena kalau diteruskan akan mengganggu pendeteksian, sehingga menyebabkan data dimonitor menjadi kabur banyak noise-noisenya. Jadi, disiasati ketika ada kendaraan yang melintas, kami akan berhenti sejenak. Kemudian setelah dirasa aman (dari lalu lintas kendaraan) , kami akan melanjutkan,” ungkap Bambang.  


Pihaknya juga berusaha semaksimal mungkin untuk mengetahui titik konsentasi minyak dengan alat georadar tersebut. Sehingga nantinya bisa mengetahui, apakah ada sumur minyak yang terbenam di dalam tanah.


Kalaupun masih ada yang terbenam di dalam tanah, sumur tersebut nantinya akan dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan alat geolistrik.


“Alat georadar ini mempunyai keterbatasan kedalaman sekitar 10-20 meter di bawah tanah. Sehingga nanti dari hasil ini, kami ketehui ada sumur minyak yang masih terbenam di dalam tanah maka akan kami datangkan alat geolistrik untuk deteksi lebih lanjut,” terangnya.


Menurut Bambang,  pihaknya belum bisa merekomendasikan adanya penutupan titik semburan tersebut karena dikhwatirkan menimbulkan konsentrasi minyak yang tinggi sehingga terjadi semburan di tempat lain.


“Kami belum rekomendasikan untuk dilakukan penutupan titik semburan, karena kami akan koordinasikan hasil analisa kami dengan ikatan geologi nasional, dengan ESDM, Pemkot Surabaya, dan pihak terkait ,” terangnya.


Bambang menambahkan, pada saat terjadi fluktuatif semburan meningkat perlu diwaspadai. Namun begitu, ia menganggap fenomena semburan ini belum terlalu signifikan. “Tetap kami pantau. Namun, jangan sampai dipantau terlalu ekstra karena ditakutkan nanti warga menjadi takut juga,” imbuhnya.


Sementara itu, Kasubid Geofisika Dasar dan Terapan Bidang Geosciens Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM Lucki Junursyah mengatakan kepada Radar Surabaya bahwa data dari alat georadar tersebut belum diolah. Nantinya baru Senin (7/10) didiskusikan.


“Karena kami belum analisa dari hasil alat georadar ini, apakah ada anomaly setengah bola yang kita sebut anomali sumur minyak ada atau tidak. Senin baru kami diskusikan dan analisa dan sekarang ini merupakan hari terakhir kita meneliti di Kutisari ini. Besok (hari ini, Red) kami akan bawa datanya ke pusat,” kata Lucki. (rmt/opi)

Editor : Administrator
#Kementerian ESDM