Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dokter Tak Bisa Intervensi Kehamilan Kembar Siam

Administrator • Selasa, 10 September 2019 | 08:01 WIB
Dokter Tak Bisa Intervensi Kehamilan Kembar Siam
Dokter Tak Bisa Intervensi Kehamilan Kembar Siam

SURABAYA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo terkenal karena Tim Penanganan Kembar Siam yang telah berhasil mengoperasi 100 lebih bayi kembar siam hingga saat ini. Namun sebenarnya, apa yang menyebabkan kelahiran normal maupun kelahiran dengan kembar siam. 


Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RSUD Dr Soetomo Dr Agus Sulistyono Sp.OG(K) menjelaskan, kehamilan kembar siam tidak bisa dicegah. Bayi kembar siam terjadi pada pemisahan telur hari ke-13 ke atas. Kasus kembar siam di dunia 1 per 50 per 100 ribu. 


Ia menjelaskan, secara umum kembar terdiri dari dua jenis, yakni kembar dari dua telur dan kembar satu telur. Kembar dengan dua telur kejadiannya dominan dengan persentase 70 persen. Sementara kembar dengan satu telur terjadi 30 persen.


"Kalau kembar dua telur, sejak awal yang dibuahi dua telur oleh dua sperma. Berbeda dengan satu telur, yang dibuahi satu telur. Nanti dalam perjalanannya bisa memisah, dari satu telur menjadi dua,” jelasnya. 


Dokter yang menyandang gelar konsultan ini menyebutkan, kasus bayi kembar siam tidak terjadi karena trauma, keturunan, gizi atau usia ibu ketika hamil. Bisa terjadi pada semua orang dengan latar belakang ekonomi dan pendidikan tertentu.


"Hanya saja, kalau gizi kurang baik juga berpengaruh kepada perkembangan sel-sel. Sehingga kemungkinan kembar siam juga semakin besar," imbuhnya. 


Dokter Agus menjelaskan, populasi semakin banyak juga menambah angka kejadian kembar siam. Kembar siam juga didominasi oleh bayi wanita. Dengan alasan yang juga tidak diketahui. 


Kembar siam memiliki empat kategori. Di antaranya kembar siam dempet dada, kembar siam dempet panggul, kembar siam dempet punggung dan kepala. 75 persen dari kasus kembar siam adalah kembar siam dempet dada dan perut. "Dan penyebab apa juga tidak bisa diketahui dari mana," ujarnya.


Karena tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah kejadian bayi kembar siam. Artinya tidak bisa diintervensi, maka yang bisa dilakukan adalah mengenali secara dini. Diagnosis lebih cepat bisa membantu melakukan tindakan cepat. Bayi dengan kembar siam bisa didiagnosis pada trimester pertama dengan USG ke ahlinya. Yakni dokter spesialis fetomaternal. 


Tindakan cepat ini, tentu akan berdampak baik pada ibu hamil. Terlebih dalam hal efektivitas kehamilan. Dengan begitu, dapat menghindarkan ibu dari berbagai komplikasi seperti preeklamsi dan pendarahan pada saat kehamilan. Juga stres, mencegah operasi besar karena kelahiran kembar siam. "Tentu hal ini atas pertimbangan dokter ahli dan juga keluarga pasien," Ujarnya. 


Karena selama ini, Agus menyampaikan masih banyak kasus kembar siam yang baru ketahuan beberapa bulan sebelum lahir. Tentu hal ini akan membebankan calon ibu. (ism/nur) 


 


 

Editor : Administrator
#rsud dr soetomo