Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Revitalisasi Wisata Religi Ampel, RPH Pegirian Direlokasi ke Tandes

Administrator • Sabtu, 10 Agustus 2019 | 00:04 WIB
RPH Pegirian Direlokasi ke Tandes, Wisata Religi Ampel Direvitalisasi
RPH Pegirian Direlokasi ke Tandes, Wisata Religi Ampel Direvitalisasi

SURABAYA - Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya sudah menyiapkan konsep penataan kawasan Wisata Religi Ampel. Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, revitalisasi destinasi wisata religi itu dilakukan tahun 2020.


Penataan kawasan Ampel membutuhkan perencanaan yang matang. Tidak sama dengan kawasan wisata kota tua seperti Jalan Panggung, Jalan Karet, dan Jalan Kembang Jepun. Penataan Ampel dilakukan di bagian jalan menuju ke dalam Makam Sunan Ampel.


Eri Cahyadi menjelaskan, jalan menuju lokasi makam dibuat dua jalur. Yakni, jalan menuju makam dan satunya lagi jalan menuju ke kawasan kampung yang masuk dalam kawasan wisata. "Sentra kuliner yang ada di depannya kita tata. Nanti kita jadikan dua bagian: makanan kering atau basah," jelas Eri, Kamis (8/8).
 
Selain itu, pemkot juga menyiapkan penataan kendaraan bermotor dengan gedung parkir di depan kawasan wisata religi Ampel. Konsep penataannya diselesaikan tahun ini. Sedangkan pengerjaanya baru dimulai pada tahun 2020. "Detail Engineering Desain (DED)-nya kita selesaikan tahun ini," ujarnya.

Masih terkait pengembangan kawasan wisata Ampel ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berencana memindahkan Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Pegirian ke daerah Tandes. Sebab, pemkot memiliki aset tanah seluas 1,4 hektare yang sebelumnya digunakan oleh PT Abbattoir Surya Jaya.

"Lahan 1,4 hektare itu sudah kita ambil lagi untuk digunakan RPH. Sebab, Ampel ini sudah menjadi tempat wisata sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk RPH," kata Wali Kota Risma.

Menurut Risma, kawasan Tandes merupakan wilayah pergudangan. Karena itu, semua RPH akan dipindahkan ke sana. Itu artinya tidak ada lagi RPH  di sekitar Ampel. "RPH itu kan mengeluarkan limbah. Jadi, kurang baik kalau dibiarkan (di Ampel)," tegasnya. (gin/rek)

Editor : Administrator
#wisata religi ampel