Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Jadi Teladan ASEAN Tentang Sistem Tata Kelola Sampah

Administrator • Sabtu, 4 Mei 2019 | 19:35 WIB
Surabaya Jadi Teladan ASEAN Tentang Sistem Tata Kelola Sampah
Surabaya Jadi Teladan ASEAN Tentang Sistem Tata Kelola Sampah



SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengurangi dan mengelola sampah dengan baik. Saat ini pemkot mulai memanfaatkan sampah menjadi sumber energi listrik.


Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemkot akan menambah lima pusat daur ulang (PDU) baru di Kota Pahlawan. PDU tersebut tersebar di kawasan utara, timur, selatan, dan barat.


Eri memastikan, penambahan lima pusat daur ulang di Surabaya akan terealisasi pada tahun ini. “Targetnya lima PDU di empat wilayah. Semua menggunakan anggaran kita. Nah, kalau di pusat, sengaja gak kita kasih karena space-nya tidak ada,” kata Eri Jumat (3/5) petang.


Dia mengungkapkan, ada tiga pusat daur ulang di Surabaya yang saat ini sudah bisa menghasilkan energi listrik. Di antaranya, di Jambangan, Bratang, dan Wonorejo. Sedangkan PDU lainnya masih mengelola sampah untuk pupuk kompos.


“Kalau pengelolaan listrik, kita sudah punya tiga PDU, yaitu Jambangan, Bratang, dan Wonorejo. Sisanya masih kompos,” jelasnya.


Pengelolaan sampah di Surabaya juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah delegasi ASEAN yang berkunjung di PDU Jambangan, Surabaya, Jumat (3/5).


Salah satunya, Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Choi. Dia mengaku kagum dengan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan Surabaya dan ingin ini dicontoh oleh negara-negara lainnya.


“Bagi saya, ini sangat menarik. Terutama inisiatifnya yang luar biasa dalam menyikapi isu sampah plastik. . Saya pikir ini bisa menjadi contoh bagaimana manajemen pengelolaan sampah di ASEAN," katanya.


Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Karliansyah mengapresiasi upaya Pemkot Surabaya dalam mengatasi permasalahan sampah. Terutama mengubah sampah menjadi listrik dan pemanfaatan larva untuk proses penguraian.


Menurut dia, sejauh ini pengelolaan sampah di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara ASEAN seperti Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Dalam hal ini, Surabaya bisa menjadi model pengelolaan sampah untuk negara lainnya.


“Kota ini (Surabaya) sudah bagus ya. Bisa menjadi leader dari hal pengelolaan sampah ini. Maka dari itu, delegasi ASEAN kita ke sini untuk melihat. Bahwa ini tidak hanya wacana, tapi sudah dilaksanakan. Yang luar biasa lagi, yang melaksanakan bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. Jadi inisiatif warga sendiri,” paparnya. (gin/rek)

Editor : Administrator
#surabaya