Kepala Bidang RTH DKRTH Surabaya Hendrik Setianto mengatakan, penanaman pohon ini merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menciptakan keseimbangan ekologi.
“Sepatudea ini digemari burung Jalak, karena bunganya mempunyai nektar yang manis dan itu makanan favorit burung tersebut. Jadi selain dia berbunga, itu bunganya manis mengandung nektar,” kata Hendrik saat ditemui di Taman Harmoni, Sabtu (27/4).
Hendrik berharap dengan banyak pohon Sepatudea ini, bisa menjadi rumah berkembang biaknya Burung Jalak. Selain itu, nantinya taman tersebut bisa juga digunakan untuk konservasi satwa langka di Surabaya. Tak hanya itu, taman ini rencananya juga akan ditanami tanaman langka agar kota Pahlawan semakin banyak keragaman hayati.
Pohon Sepatudea termasuk tanaman pelindung. Selain untuk taman konservasi, di taman seluas 30 hektar ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Seperti jogging track, sentra PKL, dan taman bermain. Namun saat ini pihak DKRTH masih fokus melakukan penghijauan taman terlebih dahulu.
“Nanti di sini ada tanaman-tanaman langka, kita kategorikan satu persatu. Maka dari itu tahap awal DKRTH masih memfokuskan untuk penghijauan dulu, sesuai dengan perintah dari Bu Wali,” urainya.
Sejalan dengan itu, Dirut PT. Groen Indonesia Franciska Puspadewi mengatakan, pemilihan pohon Sepatudea berasal dari diskusi antara pihak DKRTH dengan PT. Groen Indonesia. Ia mengatakan, setelah hasil diskusi memilih pohon yang bernama asli Spathodea tersebut, mereka langsung mengiyakan.
"Akhirnya ngobrol dengan DKRTH dan kemudian disarankan penanaman pohon karena Bu Wali konsen dengan isu kesehatan. Jadi akhirnya kita oke, melakukan penanaman pohon sebagai bentuk CSR," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, acara ini merupakan acara tahuhan yang digelar PT. Groen Indonesia sejak empat tahun silam. Ia berharap, dengan makin banyaknya CSR di bidang lingkungan, maka kesadaran masyarakat terhadap lingkungan bisa terwujud. (gin/jay) Editor : Administrator