Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nyeri Haid Berlarut, Waspada Endometriosis

Administrator • Sabtu, 27 April 2019 | 20:31 WIB
Nyeri Haid Berlarut, Waspada Endometriosis
Nyeri Haid Berlarut, Waspada Endometriosis




SURABAYA - Nyeri haid adalah suatu keadaan yang biasa terjadi kepada perempuan saat sedang menstruasi. Meski begitu, nyeri haid tidak bisa dianggap remeh, karena bisa jadi, nyeri haid tersebut disebabkan oleh penyakit endometriosis di dalam tubuh. Yang ketika dibiarkan terus-menerus bisa menimbulkan kemandulan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Relly Yanuar Primariawan menjelaskan, Endometriosis merupakan penyakit reproduksi yang terjadi pada wanita usia produktif. Endometriosis merupakan benjolan tidak normal yang seharusnya tumbuh dalam rahim, tapi tumbuh di luar dinding rahim.

Penyakit ini tergolong penyakit kronis atau menahun, juga progresif dan sangat dipengaruhi oleh hormon. Endometriosis tergolong penyakit jinak dan tidak mengancam nyawa, hanya saja, dampaknya dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Jika dibiarkan, endometriosis juga memicu timbulnya kista coklat yang menjadi penyebab kemandulan pada perempuan. Penanganan penyakit ini akan semakin mudah jika gejala penyakitnya terdeteksi dengan cepat.

Untuk itulah, perempuan harus pandai memilah, apakah nyeri haidnya merupakan nyeri haid normal atau nyeri haid karena penyakit.  Pihaknya menyebutkan, untuk mengetahui apakah nyeri haid tersebut karena endometriosis atau penyakit lain harus dilakukan dengan pemeriksaan dokter.  "Bisa dengan USG, atau kalau belum jelas bisa melalui pemeriksaan MRI, atau lebih lanjut dengan laparoscopy," jelasnya.

Namun sebagai orang awam, ada beberapa hal yang bisa diidentifikasi sebagai gejala penyakit endometriosis. Diantaranya nyeri haid yang tidak konsisten. Jika nyeri haid normal biasanya terjadi konstan,  terjadi sebelum haid,  berbeda dengan  penderita endometriosis yang  bisa mengalami nyeri sebelum, saat bahkan hingga seusai haid.

Nyeri haid normal akan sembuh dengan sendirinya. Sebaliknya, nyeri karena endometriosis tidak. "Kalau nyeri haid anda baru sembuh ketika diberikan obat nyeri  (pain killers), besar kemungkinan itu  merupakan endometrosis,"  lanjutnya.

Endometrosis merupakan penyakit jangka panjang. Artinya, penyakit ini bari akan hilang ketika hormon pemicunya (estrogen) juga hilang. Itulah mengapa pergerakan penyakit ini akan berhenti pada saat menopouse.

Untuk itu, pengobatan penyakit ini harus dilakukan secar kontinyu hingga pasien mengalami menopouse. Pengobatannya pun dapat diberikan dengan beberapa tindakan. Diantaranya pemberian obat-obatan(baik hormonal maupun non hormonal).

Tahap lanjutan dapat dilakukan pembedahan laparoscopy, ketika kondisi endometriosis sudah tak terkontrol. "Operasi pengangkatan ini biasanya bisa terjadi berulang karena kekambuhannya," pungkas ketua Gynecologic Minimally Infasive Treatment Surabaya (GMITS) ini. (is/rud) Editor : Administrator
#nyeri haid #endometriosis