Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tak Bahas Investasi Pengolahan Limbah, Hanya Kerja Sama Pendidikan

Administrator • Rabu, 20 Maret 2019 | 20:35 WIB
Tak Bahas Investasi Pengolahan Limbah, Hanya Kerja Sama Pendidikan
Tak Bahas Investasi Pengolahan Limbah, Hanya Kerja Sama Pendidikan



SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa belum pernah menerima suntikan dana dari investor asing, khususnya untuk pembangunan pusat pengolahan sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) atau PPSLI yang rencananya akan dibangun di Dawarblandong, Mojokerto.


Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) Aries Agung Paewai mengatakan, saat pertemuan dengan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik beberapa waktu lalu di Gedung Negara Grahadi, Khofifah sama sekali tidak membahas masalah investasi ini, hanya courtesy call Dubes Inggris kepada Gubernur Jatim sekaligus memberikan ucapan selamat sebagai gubernur yang baru.


Aries menjelaskan, bahwa pemberitaan terkait Gubernur Jatim yang sudah melakukan MoU dengan Dubes Inggris untuk Indonesia tidak benar. Apalagi, dalam membuat kesepakatan MoU harus melalui beberapa tahap dan proses yang berlapis. “Di samping itu, terkait MoU dengan negara lain harus mendapatkan izin dari Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Dalam Negeri,” terangnya.


Ditambahkan, saat pertemuan tersebut, Khofifah fokus untuk mengajak kerja sama di bidang pendidikan, baik vokasional maupun Madrasah Aliyah di Jatim. Penguatan kerja sama ini dirasa penting karena postur pengangguran terbanyak adalah lulusan SMK.


“Terdapat hal yang sifatnya strategis untuk jangka panjang dan jangka pendek. Salah satu prioritasnya yakni kerja sama pendidikan vokasional,” terangnya.


Dirinya menambahkan, bahwa pembicaraan terkait investasi sebesar Rp 500 miliar belum pernah dilakukan selama ini oleh Dubes Inggris Moazzam Malik kepada Khofifah, termasuk dengan gubernur sebelumnya.


Selain kerja sama pendidikan vokasional, pada waktu itu Khofifah juga menginginkan adanya kerja sama pelatihan Bahasa Inggris pada beberapa sekolah dan juga diberbagai pondok pesantren. Bahkan, program ini juga sejalan dengan program yang digagas Kedubes Inggris, yakni English for Indonesia.


“Menurut ibu Gubernur jika ada penguatan bahasa maka secara bertahap bisa mengurangi unskill labour ke luar negeri, dan tergantikan dengan skill labour,” ungkapnya.


Sementara itu, dia juga menyebutkan, Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik juga menyambut baik ajakan yang ditawarkan oleh Gubernur Jatim, yakni kerja sama di bidang pendidikan. Bahkan, Pemerintah Inggris telah melakukan kerja sama bidang pendidikan ke beberapa perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Kristen (UK) Petra.


“Dubes Inggris juga akan membuat rencana di bidang pendidikan khususnya vokasional training untuk kemaritiman, aviasi, dan keterampilan industri seperti welding (pengelasan, Red),” tandasnya. (gin/nur)

Editor : Administrator
#Gubernur Khofifah #pemprov jatim