Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dishub Surabaya Tambah Enam Alat Emergency Panic Button

Administrator • Jumat, 8 Maret 2019 | 17:00 WIB
Dishub Surabaya Tambah Enam Alat Emergency Panic Button
Dishub Surabaya Tambah Enam Alat Emergency Panic Button

SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya berencana akan menambah fasilitas enam unit Emergency Panic Button atau tombol darurat yang terkoneksi langsung dengan Comand Center (CC) 112. Alat penunjang tanggap darurat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sebelumnya telah dilakukan uji coba di dua tempat. Di antaranya berada di seputaran Jalan Ir Soekarno – Kedung Baruk dan Jalan Dupak. 


Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad menjelaskan, ditambahnya tombol darurat tersebut berguna bagi keamanan masyarakat saat berada di tempat-tempat rawan kejahatan di Surabaya. “Ya ini kita masih berkoordinasi dengan polisi untuk pemasangan enam unit Emergency Panic Button ini. Di mana saja lokasi yang rawan kejahatan,” jelas Irvan saat dikonfirmasi, Kamis (7/3).


Selain menentukan titik lokasi untuk pemasangan Emergency Panic Button, Irvan juga menjelaskan, saat ini Dishub Kota Surabaya juga melakukan pemutakhiran sistem jaringan alat tersebut agar berfungsi maksimal. Pemasangan Emergency Panic Button tersebut, hingga kini juga masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat kota Surabaya, agar warga nantinya dapat memahami fungsi utama fasilitas alat dari  tersebut.


Nantinya, masyarakat yang berada dalam keadaan darurat, hanya dengan menekan tombol yang tersedia di tiang Emergency Panic Button, bisa tersambung langsung ke operator CC 112 dan akan direspon secara cepat oleh CC 112. Enam unit baru Emergency Panic Button tersebut juga dilengkapi dengan kamera pemantau close circuit television (CCTV) untuk mengantisipasi adanya laporan palsu saat tombol emergency tersebut ditekan. 


 “Kalau tidak disosialisasikan nanti masyarakat yang belum paham akan menggunakan alat tersebut secara coba-coba, karena kan saat ini juga marak penelpon palsu yang masuk ke CC 112. Jadi kami sosialisasikan secara terus menerus. Pastinya nanti wajah pelapor akan terekam dari kamera CCTV,” terangnya.


Emergency Panic Button ini menggunakan tenaga solar sel, selain itu juga akan ada penambahan beberapa fitur terbaru agar masyarakat dapat terlayani dengan maksimal. “Alat ini akan kami bekali teknologi yang lebih baru lagi, fitur-fiturnya masih kami rancang, nanti kalau sudah terpasang kami sampaikan lagi. Yang pasti alat baru ini lebih canggih dari sebelumnya,” tutup Irvan. (gin/rud)

Editor : Administrator