Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Disnakertrans Imbau Perusahaan Tingkatkan SMK3

Administrator • Sabtu, 2 Februari 2019 | 18:12 WIB
Disnakertrans Imbau Perusahaan Tingkatkan SMK3
Disnakertrans Imbau Perusahaan Tingkatkan SMK3



SURABAYA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur terus mengimbau kepada perusahaan untuk meningkatkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dengan menggunakan sistem ini maka akan banyak manfaat yang diperoleh.


“Dengan sistem ini perusahaan akan menghindari atau menimalisir kecelakaan kerja. Manfaatnya banyak yakni perusahaan gak perlu repot-repot mengurus persoalan kecelakaan kerja. Selain itu BPJS ketenagakerjaan bisa terus jalan dan kesehatan juga terjaga, sehingga produksi tidak terganggu karena kecelakaan,” ujar Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo ditemui usai acara di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (1/2).


Pria yang akrab disapa Himawan ini mengatakan untuk mewujudkan hal tersebut upayanya melalui manajemen keselamatan. Hal tersebut meliputi perlengkapan keselamatan kerja yang dipakai. “Selain itu perusahaan harus menerapkan sistem pengawasan internal (SPI) yang ketat agar pekerjanya mematuhi aturan-aturan yang ada,” katanya.


Himawan menambahkan pihaknya juga memiliki program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS  pada perusahaan. Ia menambahkan kalau pihaknya sangat mendorong  pencegahan tersebut dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.


“Setiap tiga bulan sekali kami sering melakukan pemeriksaan terhadap lingkungan dan tenaga kerja ke beberapa perusahaan, misalnya seperti PT Teluk Lamong. Untuk pemeriksaan ini kami bekerjasama dengan rumah sakit tertentu,” jelasnya.


Program SMK3 ini menurutnya setiap tahun akan dilakukan pengembangan. Ia mendorong perusahaan untuk tergabung dalam kepesertaan SMK3. Sehingga dari tahun ke tahun jumlahnya naik.


“Tahun ini ada sekitar 680 perusahaan secara sukarela untuk dinilai. Ini luar biasa menurut saya. Sehingga ketika mereka ada kesulitan terkait perijinan akan kita bantu,” tambahnya.


Pria yang pernah menjabat Kabiro Hukum Sekdaprov Jatim ini mengaku pihaknya terus berkolaborasi dengan perusahaan untuk meningkatkan kepatuhan dalam keselamatan dan kesehatan kerja. “Kalau tahun ini angka keselamatan kerja sudah 60 persen, tahun berikutnya harus 70 persen dan seterusnya,” tuturnya


Zero accident dan SMK3 merupakan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Untuk mengawasi perusahaan, ia mengaku memiliki pengawas sebanyak 180 orang. Satu orang wajib mengawasi minimal 5 perusahaan dalam satu tahun. “Kita punya daftar mana yang sudah diawasi dan mana yang belum,” urainya.


Saat ditanya berapa jumlah angka kecelakaan kerja pada tahun 2018, Himawan mengaku tidak hafal harganya. Hanya saja menurutnya menurun sekitar 40 persen dari tahun 2017. “Ini harus kita tingkatkan terus. Sehingga bisa terwujud zero accident,” pungkasnya. (mus/rud)

Editor : Administrator
#disnakertrans #pemprov jatim