Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Revitalisasi Kota Lama, Jalan Karet Siap Susul Kembang Jepun

Administrator • Kamis, 31 Januari 2019 | 02:47 WIB
Revitalisasi Kota Lama, Jalan Karet Siap Susul Kembang Jepun
Revitalisasi Kota Lama, Jalan Karet Siap Susul Kembang Jepun



Surabaya – Revitalisasi kawasan kota lama akan segera terlaksana. Kemarin (29/1) dilaksanakan sosialisasi lanjutan pada pemilik atau pengelola gedung di kawasan Jalan Karet, setelah Senin (28/1) Pemerintah Kota Surabaya (pemkot) telah melakukan sosialisasi pengecatan tampak depan bangunan di sepanjang Jalan Kembang Jepun.


Total ada 114 bangunan tua dan lima cagar budaya di Jalan Karet.  Untuk mockup (visualisasai) warna cat bangunan masing-masing dapat empat pilihan.  Jika ada gedung yang memiliki warna khas perusahaan, warna cat bisa menyesuaikan.


Berbeda dari Kembang Jepun yang memiliki tiga tipe bangunan yakni kolonial, pecinan dan modern di Jalan Karet didominasi bangunan kolonial. “Di Kembang Jepun diidentifikasi ada tiga jenis arsitekturnya, kolonial, pecinan sama modern. Kita berikan gambaran warnanya karena ini beda sama Kembang Jepun. Jalan Karet didominasi bangunan kolonial,” tutur  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti.


Pertemuan ini sebenarnya adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di bulan November 2018. Jalan Karet yang notabene adalah wilayah niaga, Pemkot menekankan  tidak akan mematikan usaha milik warga, karena hanya  ingin merapikan kawasan tersebut. Menghidupkan kembali budaya yang ada, membenahi saluran, membangun pedestrian, membenahi jalan, memberikan lahan bongkar muat barang dagangan dan menata parkir kendaraan yang selama ini semerawut. “Jalan kita ganti dengan batu alam. Lebih kuat. Seperti di Belanda lebih cantik. Untuk truk besar kita siapkan tempat dimana mereka bisa menaikkan dan menurunkan barang tapi tidak boleh parkir disitu. Ditata secara intensif,” imbuhnya.


Infrastuktur layaknya yang tersedia di destinasi wisata, akan menyusul. Misalkan pembangunan toilet umum. Nanti kalau diperlukan toilet teman-teman akan menyediakan. Mereka dititik mana destinasinya, ya di titik itu yang kita siapkan. Kolaborasi dari warga sini. Kalau kita sendiri yang berusaha pasti tidak maksimal. Karena ini tahap awal proses pengecatan, budayanya kita hidupkan, kemudian kulinernya makanannya, oleh-olehnya. Jadi satu kesatuan yang tidak dapat terlepaskan,” pungkas Antiek.


Sejak program menghidupkan kembali kota tua dicanangkan, Pemkot gencar melakukan sosialisasi. Pekan depan rencananya sudah mulai dikerjakan. Proses sosialisasi ini sudah sejak bulan Mei tahun lalu. Ditargetkan minggu depan pengecatan di kawasan karet mulai berjalan. Pemkot harus memesan cat warna apa saja yang dibutuhkan. (rpp/nug)

Editor : Administrator
#pemkot surabaya #jalan kembang jepun