SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengadakan jamuan farewell dinner sebagai bentuk salam perpisahan kepada para peserta delegasi konferensi International Network of Affiliated Ports (INAP) ke-20. Konferensi organisasi afiliasi pelabuhan internasional ini diselenggarakan oleh PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak dengan dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Pada kesempatan itu, wali kota yang akrab disapa Risma ini mengatakan, pelabuhan menjadi salah satu indikator penting dalam perkembangan kota. Walaupun, Pemkot Surabaya tidak ikut mengelola, namun secara tidak langsung pelabuhan dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemajuan kota.
“Karena itu, kita berusaha memberikan aksesibilitas pada pelabuhan dan mengelolah kota seefektif dan seefisien mungkin,” ujarnya dalam sambutan di acara farewell dinner di rumah dinasnya di Jalan Sedap Malam, Kamis (24/1) malam.
Dalam acara tersebut, Risma menyampaikan, Kota Pahlawan selain dikenal dengan sejarahnya, juga dikenal dengan pelabuhannya. Di samping itu, Surabaya dinilai sebagai pusat pengembangan wilayah Indonesia Timur. “Gangguan-gangguan yang ada di Surabaya sangat berpengaruh terhadap perkembangan di Indonesia Timur, terutama terkait suplai makanan,” imbuhnya.
Karena itu, ia menegaskan, bahwa pembangunan sebuah infrastuktur jalan dan pelabuhan dinilai sangat penting dan saling berkaitan. Artinya, jika proses pengangkutan dari luar menuju pelabuhan tidak efektif, ataupun sebaliknya, maka dampaknya juga akan berpengaruh terhadap harga nilai barang atau produk.
“Karena itu saya mencoba infrastruktur pendukung di Surabaya untuk pelabuhan tidak menggunakan tol, supaya efisien,” jelasnya.
Konferensi yang mempertemukan jaringan afiliasi pelabuhan di Asia dan Afrika itu diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 23 dan 24 Januari 2019. Kota Surabaya kembali didapuk menjadi tuan rumah penyelenggara konferensi tahunan tersebut. (gin/nur)
Editor : Administrator