Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

DKPP Perluas Hutan Mangrove ke Barat dan Timur

Administrator • Senin, 14 Januari 2019 | 23:10 WIB
DKPP Perluas Hutan Mangrove ke Barat dan Timur
DKPP Perluas Hutan Mangrove ke Barat dan Timur



SURABAYA - Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP) Surabaya akan melakukan perluasan sekaligus pengembangan lahan mangrove. Ada empat wilayah yang akan dijadikan pengembangan mangrove.


Kepala DKKP Surabaya, Joestamadji mengusulkan empat wilayah yang akan di jadikan pengembangan mangrove berada di bagian barat dan timur. Pengembangan akan di ajukan diantaranya wilayah Wonorejo, Keputih, Medokan Ayu dan kawasa Gunung Anyar.


Pengembangan mangrove di lokasi tersebut, nantinya akan mengajak masyarakat sekitar untuk mengelolah lahan kebun raya mangrove. “Agar Surabaya menjadi lebih hijau lagi, kami akan lakukan pengembangan, sekaligus melestarikan lingkungan hijau. Ini merupakan program Pemkot di 2019, kami juga gandeng masyarakat sekitar,” ujar Joestamadji, saat dikonfirmasi di Kalimas Monkasel, Minggu (13/1) pagi.


Dirinya mengungkapkan, langkah awal untuk pengembangan lahan mangrove akan dilakukan pada wilayah Wonorejo dan Gunung Anyar. Sedangkan untuk pengelolahannya, ia masih menunggu arahan dari Pemkot. Sementara itu Pemkot masih melakukan pengarahan kepada warga sekitar mengenai pengelolahan kebun raya mangrove.


Ia menjelaskan, pengarahan itu nantinya berupa seminar untuk warga yang diselenggarakan di Balai Kelurahan Wonorejo. Seminar tersebut nantinya terkait dengan ekosistim air dan pengelolaan mengrove, dengan adanya lahan mangrove tersebut masyarakat juga bisa turut menjaga dan dapat bermanfaat bagi warga setempat. Dan bakal mendatangkan pembicara asal Jepang, yakni Mitaku Yusu. Dalam kesempatannya nanti Mitaku akan memberikan pembelajaran terkait pengelolaan mangroove, taman baca maupun dan kunang-kunang.


“Tanggal 16 Januari mendatang kami adakan seminar untuk warga, dengan harapan masyarakat bisa lebih paham dan mengerti lebih dalam lagi berharganya lahan mangrove bagi lingkungan pesisir,” urainya.


Hingga rencana ini dilaksanakan, pemkot akan melakukan pengkajian terkait pengelolaan kebun raya mangrove. Begitu juga pemilihan jenis pohon yang akan disesuaikan dengan kondisi alam di wilayah Wonorejo maupun Gunung Anyar. Selain sebagai lahan wisata, nantinya kebun raya mangrove akan menyediakan tempat belajar untuk masyarakat setempat maupun pengunjung.


“Perlu diketahui jenis mangrove yang ada di Indonesia kan kurang lebih 200 jenis, dan yang akan ditanamkan kurang lebih 26 jenis mangrove,” pungkasnya. (*/rud)

Editor : Administrator
#pemkot surabaya