Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jatim Alokasikan Rp 228 M untuk 21.754 Guru di APBD 2019

Administrator • Selasa, 27 November 2018 | 00:39 WIB
Jatim Alokasikan Rp 228 M untuk 21.754 Guru di APBD 2019
Jatim Alokasikan Rp 228 M untuk 21.754 Guru di APBD 2019



SURABAYA – Pada hari guru yang diperingati setiap tanggal 25 November, DPRD Jawa Timur meminta pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan guru. Hal tersebut harus sesuai dengan amanat undang-undang tentang besaran anggaran pendidikan 20 persen dari APBN dan APBD seperti tertuang di UUD 1945 pasal 31 ayat 4 dan UU Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 49 ayat 1.


“Anggaran tersebut belum untuk pendidikan tapi masih pada fungsi pendidikan. Artinya masih banyak guru yang kesejahteraannya belum terpenuhi,” ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Suli Daim saat dihubungi Radar Surabaya, Minggu (25/11).


Politisi PAN ini mengatakan masih banyak guru  honorer, guru swasta bahkan guru-guru yang ada di pinggiran yang kesejahteraannya belum dijangkau oleh pemerintah. Menurutnya hal ini harus dibahas bersama antara legislatif dan eksekutif.


Pria asal Lamongan ini mengatakan sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jatim disepakati  adanya alokasi Rp 228 miliar pada APBD tahun 2019 untuk 21.754 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). “Nantinya -masing GTT/PTT akan mendapatkan Rp 750.000 setiap bulannya selama 14 bulan,” katanya.


Suli mengatakan biaya bantuan kesejahteraan diberikan kepada GTT sebanyak 11.962 orang. Sedangkan bagi PTT sebanyak 9.792 orang. Ia berharap, biaya bantuan kesejahteraan bagi GTT/PTT dapat menjadi spirit dalam pengabdian membantu penyelenggaraan pendidikan di Jatim. Meskipun itu belum sepenuhnya bisa memenuhi keinginan GTT/PTT. “Sementara untuk guru swasta nanti kami upayakan dalam penganggaran tahun selanjutnya,”  harapnya.


Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman mengatakan pihaknya menargetkan pemberian subsidi bisa dimulai pada Februari. Menurutnya saat ini tinggal menyelesaikan penetapan daftar penerima subsidi. 


“Program ini masih diprioritaskan untuk yang bertugas di sekolah-sekolah negeri. Dia mengatakan penerima subsidi adalah honorer GTT/PTT yang tercatat paling akhir 2017. Penerimanya jelas, by name, by address,” terangnya. (mus/rud)

Editor : Administrator
#hari guru #dprd jatim