SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan pertemuan dengan delegasi Kota Kitakyushu, Jepang. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas tentang pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sudah menumpuk di Surabaya.
Delegasi asal Jepang, Shiho menyambut baik keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menangani limbah medis. Rencananya, tempat pengolahan limbah medis akan dibangun di Tambak Osowilangun, Surabaya Barat.
“Jika tidak ada halangan, pengerjaan dimulai pada awal atau pertengahan 2019 dan menjadi percontohan pertama di Indonesia,” jelas Shiho di ruang kerja wali kota, Kamis (22/11).
Selain itu, Shiho juga menawarkan tiga teknologi untuk mengatasi limbah medis. Tetapi sementara ini, Shiho belum mau menjelaskan teknologi tersebut. Dirinya menunggu kepastian dari pihak Pemkot Surabaya terkait hal tersebut. “Semoga diterima dan ditindaklanjuti,”kata Shiho.
Menanggapi hal tersebut, Risma, sapaan akrab wali kota, mengaku sangat antusias. Bahkan, dirinya sudah meminta agar dikirim ke beberapa instansi pemerintah, seperti, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Lingkungan Hidup, dan lain-lain, untuk berpartisipasi.
“Nanti mereka kita undang untuk menjadi tim. Semakin banyak yang dilibatkan, semakin baik,” ujar perempuan kelahiran Kediri ini.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, banyak keuntungan yang akan didapatkan Pemkot Surabaya. Bahan untuk mengolah limbah yang didapatkan, dapat terjaminn kualitasnya. Selain itu, harga yang ditawarkan juga tergolong murah.
Pemkot Surabaya akan mendapatkan tenaga ahli dari Jepang guna mengawasi jalannya pembangunan hingga pemasangan alat. Setelah bangunan siap beroperasi, Pemkot Surabaya akan mengambil alih pengelolaan. “Selanjutnya, ada transfer knowledge kita biar bisa mengoperasilannya sendiri,”pungkasnya. (tra/nur)
Editor : Administrator