Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Disbudpar Akan Bangun Prasasti di Lokasi Penemuan Sumur Tua Peneleh

Administrator • Rabu, 7 November 2018 | 06:40 WIB
Disbudpar Akan Bangun Prasasti di Lokasi Penemuan Sumur Tua Peneleh
Disbudpar Akan Bangun Prasasti di Lokasi Penemuan Sumur Tua Peneleh


SURABAYA – Penemuan sumur tua di Jalan Pandean, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, hingga saat ini masih diteliti oleh tim Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, Selasa (6/11).


Wanita yang akrab disapa Antiek ini mengimbau kepada masyarakat agar masyarakat tidak mengambil barang-barang di sekitar lokasi penemuan. “Hingga saat ini masih penelitian, janjinya satu minggu akan ada info dari hasil analisa tersebut,” katanya.


Antiek mengatakan untuk kepentingan penelitian, pihaknya meminta proyek pembangunan box culvert di lokasi temuan sumur tua tersebut dihentikan untuk sementara waktu.


“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak Cipta Karya untuk menghentikan proyek pembangunan box culvert. Karena kita masih amankan terlebih dahulu benda-benda temuan tersebut  untuk kepentingan penelitian lebih lanjut," katanya.


Antiek mengatakan, rencana pembangunan box culvert itu akan dibelokkan dan ditutup. Nantinya pada lokasi penemuan sumur itu akan dibuat prasasti sehingga menjadi tempat bersejarah yang bisa dikunjungi wisatawan. “Selain itu kita juga akan mencari sejarah yang ada di lokasi penemuan,” ujarnya.


Ia menambahkan, jumlah wisatawan ke Surabaya dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Salah satunya dengan memperhatikan tempat-tempat bersejarah. “Kenaikan ini disebabkan banyaknya wisatawan yang penasaran dengan kota yang bersejarah,” tuturnya.


Menurutnya, saat ini banyak wisatawan Eropa yang mengunjungi Surabaya. Karena masyarakat Eropa lebih menyukai area wisata yang memiliki sejarah. “Mereka biasanya selain datang pada festival juang pada bulan November, juga mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang ada di Surabaya,” pungkasnya. (mus/jay)

Editor : Administrator
#cagar budaya