Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tak Populer dan Minim Inovasi, Hari Ini Path Resmi Tutup

Administrator • Kamis, 18 Oktober 2018 | 18:26 WIB
Tak Populer dan Minim Inovasi, Hari Ini Path Resmi Tutup
Tak Populer dan Minim Inovasi, Hari Ini Path Resmi Tutup

SURABAYA - Anda pengguna media sosial berbagi momen Path? Kalau hingga saat ini Anda belum melakukan back-up data, segera kunjungi website resmi Path di www.Path.com. 


Sebab, masih ada waktu beberapa jam untuk ‘menyelamatkan’ status, foto maupun video yang sebelumnya sudah Anda unggah di Path. 


Sebab, 18 Oktober 2018 atau tepatnya hari ini adalah kali terakhir Path melayani penggunanya. Inilah hari terakhir medsos yang didominasi warna merah itu bisa diakses. Setelahnya, Path sudah tak akan bisa Anda temui lagi hingga benar-benar tutup pada 11 November nanti.


Dikutip dari laman resminya, Path sudah mengumumkan jadwal shutdown itu sejak September lalu. Pada 17 September, Path mengumumkan mengenai penghentian layanannya. 


Lalu pada 1 Oktober, aplikasi Path di iTunes maupun Google Play sudah tak bisa lagi diunduh. Berikutnya, 18 Oktober atau hari ini, Path tak akan bisa lagi diakses. Finalnya, pada 15 November nanti seluruh layanan pelanggan akan ditutup. 


“Dengan penuh penyesalan, kami mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan layanan yang kami cintai, Path,” tulis Path di halaman depan website resmi mereka.


Belum ada penjelasan resmi soal alasan penutupan media sosial yang sempat menyaingi Facebook dan Twitter itu. Namun diduga sudah tidak populernya Path dan minimnya inovasi menjadi alasan utama medsos ini ditinggalkan penggunanya.


Path muncul pada 2010 sebagai media sosial berbagi momen yang private. Perusahaan yang bermarkas di San Francisco, Amerika Serikat, itu berkembang sangat cepat karena dinilai memiliki keistimewaan bila dibandingkan Facebook atau Twitter.


Salah satunya dengan dibatasinya jumlah pertemanan, sehingga tak semua orang bisa menjalin pertemanan. Akses ke halaman si pemilik akun yang private (hanya bisa dilihat oleh akun yang disetujui si pemilik), juga membuat Path banyak digunakan.


Dalam perjalanan hingga usia mencapai delapan tahun pada tahun ini, Path menyebut telah tertawa dan menangis bersama pengguna. 


"Dan sekarang tidak terhindarkan lagi bagi kami untuk mengakhiri layanan dan memprioritaskan pekerjaan kami untuk melayani Anda dengan produk dan layanan yang lebih baik," tulis Path.


Path sempat terkenal di Indonesia bahkan pertumbuhan penggunanya tertinggi di seluruh dunia khususnya dari kalangan anak muda.


Bahkan Bakrie Global Group milik taipan Aburizal Bakrie sempat membenamkan investasinya dalam pendanaan Seri C pada Januari 2014.


Selain Bakrie Global Group, sejumlah investor juga terlibat dalam pendanaan tersebut. Antara lain Greylock, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital. Mereka memberi total pendanaan senilai USD 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar.


Path kemudian dijual ke perusahaan DaumKakako pada Mei 2015. Namun hingga setahun berada di bawah DaumKakao, aplikasi ini tak mengalami kemajuan hingga kemudian di-shutdown selamanya. (opi/jay)

Editor : Administrator