SURABAYA - Pemkot Surabaya mendesak agar Kementerian Aparatur Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk membuka lowongan baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebutuhan ASN yang mendesak di lingkup kelurahan dan guru di Surabaya membuat pemkot krisis terhadap pemenuhan SDM baru.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, saat ini masih menunggu kabar dari Kemenpan RB terkait lowongan untuk perekrutan ASN baru. Hingga saat ini kebutuhan ASN di Pemkot Surabaya untuk mengisi pos-pos di sejumlah instansi. "Terutama di kelurahan dan sekolah yang SDM-nya sangat minim jumlahnya," katanya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menegaskan, jumlah ASN di Pemkot Surabaya saat dirinya menjabat wali kota sekitar 21 ribu. Jumlah tersebut terus merosot yang sekarang hanya sekitar 14 ribu ASN. "Untuk guru setiap tahun ada 500 guru yang pensiun," ucapnya.
Hal tersebut disebabkan karena jumlah penerimaan ASN yang minim setiap tahunnya. Moratorium penerimaan ASN yang dihentikan untuk sementara membuat pemkot tidak bisa merekrut ASN baru.
Risma menambahkan, di kelurahan kebutuhan pegawainya mencapai ribuan. Padahal tugasnya juga berat untuk melayani masyarakat di tingkat kelurahan yang membutuhkan layanan prima. "Jika pegawainya kita tarik ke instansi lain pasti akan bengok-bengok karena SDM nya terbatas," terangnya.
Untuk menyiasati hal tersebut, sejumlah merger dilakukan. Contohnya, Kelurahan Perak Timur dan Barat yang di-merger karena pegawainya kurang. Di samping jumlah warganya yang sedikit, solusi tersebut dianggap sebagai salah satu opsi karena jumlah ASN yang minim.
Sama halnya di sekolah, Dinas Pendidikan juga melakukan merger di SD maupun SMP. Hal itu karena guru yang minim dibandingkan jumlah sekolah dan siswa yang banyak.
Risma meminta Badan Kepegawaian dan Diklat Surabaya untuk aktif berkoordinasi dengan Kemenpan RB terkait kebutuhan ASN. Diharapkan, Surabaya menjadi prioritas dalam upaya melakukan perekrutan ASN baru. "Kita terus tunggu kabar aturan untuk perekrutan ASN baru," pungkasnya.(vga/no)
Editor : Administrator