Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Daniel Cegah Mobil Bomber Masuk Gereja

Administrator • Selasa, 15 Mei 2018 | 22:24 WIB
Daniel Cegah Mobil Bomber Masuk Gereja
Daniel Cegah Mobil Bomber Masuk Gereja


SURABAYA - Daniel Agung Putra Kusuma, 16, warga Dukuh Kupang Timur Gang Langgar 65, sebagai penjaga parkir di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan turut menjadi korban bom. Daniel menjadi salah satu korban ledakan bom saat mencegah mobil terduga teroris yang akan memasuki area Gereja pada Minggu (13/5).


Menurut pemaparan paman korban, Agus Trisubakti yang berada di lokasi kejadian, Daniel berada di posisi parkiran depan. Sedangkan Agus bersama Kusuma Budi Sukmono berada di belakang gereja juga mengatur parkiran jemaat gereja.


"Waktu itu Daniel melihat mobil Avanza yang berusaha masuk, ia hadang. Mobil tersebut menabrak pagar. Daniel mendekat ke mobil, seketika langsung meledak," ujar Agus saat ditemui di RS Bahayangkara Surabaya, Senin (14/5).


Di tempat peledakan bom juga ada Iksan, satpam yang berada di jarak sekitar 100 meter dari posisi Daniel. Nasib kurang beruntung juga menimpa Iksan karena juga terkena ledakan dan serpihan kaca, dibagian wajahnya.


Setelah terjadinya ledakan bom, paman dan keluarga Daniel berinisiatif mencari keberadaannya di beberapa rumah sakit sejak Minggu siang. Agus menceritakan, dirinya bersama keluarga mencari di beberapa lokasi rumah sakit. Diantaranya, RKZ, RSI, Dr. Soetomo, dan RS Siloam.


"Saya dari kemarin itu mencari jenazah Daniel bersama ayah dan kakaknya, tapi belum ketemu. Nah makannya saya coba ke RS Bhayangkara ini. Dan dapat info kalau ada disini," jelas Agus.


Agus melanjutkan, beberapa hari ini Daniel terlihat sangat ceria karena ia akan membelikan sebuah ponsel baru. Karena ponsel Daniel sempat hilang di dalam gereja. Padahal biasanya Daniel cenderung anak yang pendiam dan murung.  Rencananya korban akan dimakamkan pada Selasa pagi.


Dilihat dari postur giginya, Budi membenarkan bahwa  jenazah tersebut adalah anaknya. Selain itu melihat dari segi postur wajahnya yang identik dengan ciri-ciri Daniel. Budi mengaku hanya bisa pasrah dan berharap pada pihak Kepolisian untuk segera menangkap jaringan teroris yang sudah meresahkan masyarakat Surabaya selama dua hari terkahir. 


"Saya pasrahkan saja sama Tuhan, dan pihak yang berwajib. Orang berbuat buruk pasti ada balasannya," pungkasnya. (gin/rud)

Editor : Administrator