KOTA –Para start up sedang gandrung dengan bisnis flower crwon. Bisnis hiasan kepala
Yang digunakan untuk keperluan pernikahan, bridesmaid, pemotretan itu booming seiring trend perkembangan mode dunia.
Pemilik Are Flowerstore sekaligus narasumber dalam workshop Rahmi Hidayah mengatakan dengan banyaknya peminat, maka bisnis start up itu bisa dikembangkan dengan membentuk
Womenpreneurship. “Flower crown ini merupakan teknik merangkai bungan yang mudah untuk pemula,” kata dia.
Bagi wanita yang ingin memulai usaha baru di bidang florist. “Karena floewer crown daribunga fresh ini memiliki nilai jual yang tinggi, bisa ratusan ribu rupiah,” kata dia.
Peluang usaha untuk flower crown sendiri sangat bagus. Terlebih untuk musim pernikahan dan semakin banyaknya berbagai event pemotretan. Ia menyebut, bahkan untuk event wedding pemesanan flower crown bisa meningkat hingga 20 persen dari hari biasa. “Kami berharap bisa mengajak para perempuan memiliki usahanya sendiri, sakah satunya flower crown yang poptensial,” urainya.
Untuk pilihan bunga Babys Breath sendiri merupakan bunga yang berasal dari Belanda dengan tekstur kecil. Termasuk warna putihnya yang dipadu dengan tangkai hijau untuk mendukung tema yang sedang booming seperti yakni trema rustic.
“Jadi flower crown dari bunga cukup booming. Tinggal dikreasikan dan kombinasi dengan bunga kuncup yang memiliki warna pastel. Bisa diganti dengan bunga baby rose, caspea, dan eucaliptus papulus,” sebut dia.
Putri Dwi Lestarti juga ikut memulai bisnis aksesoris flower crown. Selain mudah membuatnya, peminatnya juga banyak. “Sangat bermanfaat sih, untuk pengetahuan baru. Bisa jadi buat sendiri atau untuk dijual kepada teman-teman,” pungkasnya. (est/han)
Editor : Administrator