SURABAYA – Siapa yang tidak mengenal Dolly, salah satu kawasan di Kota Pahlawan yang dahulunya terkenal dengan prostitusinya terbesar se-Asia Tenggara. Setelah beberapa tahun lokalisasi ditutup, kini beberapa kampungnya mulai berbenah untuk mengubah image, salah satu yakni menghiasi tembok kampung dengan mural, seperti yang terlihat di Gang Putat Jaya Timur 1-B, Minggu (22/4).
Melalui Mural Dolly Saiki 2018, warga ingin mengubah image dan suasana kampung mereka. Acara tersebut diselenggarakan oleh warga dan bekerja sama dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW), juga beberapa komunitas mural di Surabaya,
Selain itu warga juga mengajak Arek-arek Bonek sekitar kampung untuk turut membantu dalam penggarapan mural tersebut, seperti yang dikatakan oleh Nirwono Supriyadi selaku pelaksana panitia mural sekaligus ketua RT 5.
“Kami dalam pengecatan mural ini melibatkan beberapa kalangan, mulai dari warga, mahasiswa, hingga para bonek yang ada dikampung ini biar arek-arek bonek ini tidak corat-coret di sembarang tempat. Kami juga mendukung kreativitas mereka untuk dijadikan hiasan mural,” kata Nirwono.
Penggarapan mural yang berlangsung selama dua minggu tersebut akan menghiasi sekitar 200 meter tembok rumah warga di ada gang tersebut. Nirwono juga mengajak warganya untuk kreatif dari segi lingkungan maupun ciri khas kampungnya.
Ia berharap dalam waktu dekat ini akan mengembangkan kuliner jajanan pasar di Gang Putat Jaya Timur 1-B, karena kampung tersebut telah lama disebut sebagai kampung kreatif.
Sementara itu Camat Sawaha Yunus menegaskan, dirinya sangat mendukung inisiatif dan semangat warga yang ingin membuat kampungnya semakin nyaman, aman, dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.
“Lewat mural ini juga menjadi salah satu cara membuat kampung di sini semakin maju, yang berdampak pada peningkatan ekonomi,” tegasnya. (gin/nur)
Editor : Administrator